Suarantt.id, Kupang-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah langkah konkret telah disusun untuk memastikan ketersediaan pasar bagi hasil produksi petani, memperkuat peran koperasi, serta memperluas digitalisasi dalam transaksi keuangan daerah dan masyarakat.
Dalam upaya mendukung perekonomian daerah, TPID dan TP2DD NTT menetapkan berbagai strategi, antara lain:
- Optimalisasi peran koperasi desa sebagai offtaker guna memastikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani, sehingga produk pertanian memiliki nilai jual yang stabil dan berkelanjutan.
- Peningkatan jumlah petani milenial dan generasi Z, dengan memberikan pendampingan, akses modal, dan teknologi untuk menarik minat generasi muda dalam sektor pertanian.
- Pemanfaatan dana desa secara tepat sasaran melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna memperluas ruang belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam upaya pengendalian inflasi.
- Perluasan penggunaan kanal digital dalam transaksi masyarakat, termasuk digitalisasi pembayaran dan sistem keuangan yang lebih inklusif untuk meningkatkan efisiensi ekonomi.
- Pengembangan koperasi simpan pinjam ke sektor produksi melalui skema koperasi produsen, sehingga koperasi tidak hanya berperan dalam simpan pinjam, tetapi juga mendorong aktivitas produktif di sektor riil.
Menurut TPID dan TP2DD NTT, langkah-langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap kestabilan harga barang dan jasa, peningkatan daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Kami optimistis bahwa dengan pendekatan ini, stabilitas ekonomi dapat terjaga dan kesejahteraan masyarakat NTT dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar perwakilan TPID NTT dalam pernyataannya.
Implementasi strategi ini juga melibatkan kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat, guna menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Dengan adanya optimalisasi koperasi desa sebagai offtaker, peningkatan peran petani muda, dan digitalisasi transaksi, NTT berkomitmen untuk terus menggerakkan roda perekonomian daerah menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan. ***





