Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma menggelar Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Provinsi NTT Tahun 2025 di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT. Rakor ini dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-NTT sebagai bagian dari persiapan pertemuan dengan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih awal pekan depan.
Mengusung tema “Dari Asta Cita Menuju Dasa Cita: Kolaborasi Bersama Sesuai Visi Misi Bupati/Wali Kota Se-NTT”, rapat ini bertujuan menyelaraskan program Pemerintah Pusat khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, serta visi dan misi masing-masing kepala daerah di tingkat kabupaten/kota.
Dalam diskusi, para Bupati dan Wali Kota memaparkan program unggulan mereka yang mencakup berbagai sektor strategis, seperti pemerataan ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, industri kreatif, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, pariwisata, hilirisasi, industrialisasi, hingga pengembangan produk unggulan daerah.
Gubernur Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Ekosistem Kerja Sama
Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat sangat penting untuk memastikan keselarasan kebijakan dan percepatan pembangunan di NTT.
“Kita ingin agar ekosistem kolaborasi dan sinergi terus dibangun dan saling mendukung dari Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintah Pusat. Hal ini agar ada kesatuan gerak sesuai dengan Asta Cita oleh Presiden Prabowo,” ungkapnya.
Gubernur Melki juga menekankan bahwa momentum Rakor ini dapat dimanfaatkan untuk mencatat dan mengagendakan program prioritas masing-masing daerah, sehingga dapat disampaikan dalam pertemuan dengan para Menteri guna mendapatkan intervensi dan dukungan langsung.
“Dengan niat baik kita semua, saya yakin pertemuan dengan Menteri akan memberikan dampak positif karena kita datang bersama sebagai satu kesatuan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Fokus pada Program OVOP dan Koperasi Desa Merah Putih
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian dalam Rakor ini adalah One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk Unggulan, yang didukung oleh kebijakan strategis Koperasi Desa Merah Putih dari Presiden Prabowo.
“Kita ingin serius menjalankan OVOP karena desa-desa kita memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, peternakan, hingga pariwisata. Saat ini juga ada Koperasi Merah Putih yang mendapatkan dukungan anggaran 3-5 miliar. Ini akan menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang baik bagi masyarakat,” kata Gubernur.
Wagub Asadoma: Optimalkan Investasi dan Aset Daerah
Wakil Gubernur Johanis Asadoma menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan di NTT tidak bisa hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten/Kota.
“Kita ingin agar provinsi ini terus maju dan berkembang. Pemerintah Provinsi tidak bisa bergerak tanpa dukungan dari kabupaten/kota,” tegasnya.
Wagub Johni juga menekankan bahwa OVOP harus dikembangkan hingga ke sektor industri agar produk-produk unggulan daerah dapat menembus pasar lokal maupun global. Selain itu, ia mendorong para kepala daerah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset yang ada.
“Optimalkan semua aset kita. Bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau dengan inovasi lain untuk menambah PAD,” ujarnya.
Ia juga meminta agar kepala daerah menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kemudahan perizinan bagi investor.
“Berikan pelayanan yang baik kepada investor. Jika investasi masuk, maka akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan PAD daerah,” tutupnya.
Rakor ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan program pembangunan di NTT dengan kebijakan nasional. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, diharapkan program prioritas masing-masing daerah dapat mendapat perhatian lebih dalam pertemuan dengan para Menteri mendatang. ***





