APBD 2026 Dirancang di Situasi Menantang, Pemkot Kupang Jaga Konsistensi Perencanaan dan Anggaran

oleh -226 Dilihat
Wawali Kupang Didampingi Sekda Pose Bersama Pimpinan DPRD Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Kupang atas kerja keras, ketekunan, dan komitmen mereka dalam seluruh rangkaian pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 hingga Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-15 Sidang I Tahun 2025/2026 pada Sabtu (29/11/25) di Ruang Sidang Utama Sasando DPRD Kota Kupang.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, para Wakil Ketua, serta seluruh anggota DPRD. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Direktris RSUD S.K. Lerik, para Direktur Perumda, dan camat se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa DPRD Kota Kupang telah menunjukkan pemikiran kritis dan menjunjung tinggi prinsip transparansi serta akuntabilitas selama proses pembahasan anggaran. “Dedikasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam memastikan arah pembangunan Kota Kupang tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan APBD 2026 dilakukan dalam kondisi fiskal yang menantang akibat penurunan signifikan alokasi Dana Transfer Umum dari Pemerintah Pusat. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk menata ulang prioritas, memastikan belanja daerah tepat sasaran, serta menjaga konsistensi antara perencanaan dan penganggaran.

Meski begitu, Pemerintah Kota Kupang tetap memfokuskan anggaran pada pelayanan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, kebersihan kota, keamanan lingkungan, penguatan kelurahan, hingga dukungan terhadap UMKM dan aktivitas ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, pemerintah berupaya memastikan penurunan pendapatan tidak menurunkan kualitas layanan publik. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan, dibarengi penguatan koordinasi lintas perangkat daerah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan fiskal. Defisit APBD 2026 akan ditutup melalui estimasi SilPA secara terukur agar pelaksanaan anggaran tetap sesuai kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  Wagub NTT Dukung PP POLRI Jadi Mitra Pembangunan Daerah

Pada Paripurna ke-15 ini, DPRD dan Pemerintah Kota Kupang merampungkan pembahasan sekaligus menandatangani Berita Acara Persetujuan Bersama atas Ranperda APBD 2026. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar pemenuhan formalitas, tetapi wujud tanggung jawab moral bersama dalam menjaga arah pembangunan yang efektif dan berkeadilan.

Dalam kesempatan itu Serena mengajak seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang untuk terus memperkuat kemitraan bersama pemerintah, demi kelancaran pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun anggaran 2026.

“Marilah kita melangkah bersama, bekerja dalam semangat pelayanan demi terwujudnya Kota Kasih sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.