Di Balik Salib Ada Mahkota

oleh -1202 Dilihat
Eddy Ngganggus. (Foto Istimewa)


Oleh Eddy Ngganggus

Suarantt.id, Kupang-Janganlah melihat badai dari sisi kita saja, tetapi juga dari sisi Tuhan. Mengapa demikian? Karena Tuhan tidak pernah menciptakan keresahan, kecemasan, maupun kekhawatiran. Semua itu muncul sebagai dampak dari kelemahan “kedagingan” kita. Namun, Tuhan mengizinkan hal-hal tersebut terjadi dengan maksud tertentu. Butuh kepekaan bagi kita untuk memahami maksud-Nya.

Salah satu cara Tuhan membangun kepekaan manusia adalah melalui pengalaman kecemasan, keresahan, dan kekhawatiran. Pada awalnya, perasaan tersebut dapat membuat kita mudah tersulut amarah, putus asa, atau bahkan protes terhadap keadaan. Itulah contoh kelemahan kedagingan kita.

Namun, kepekaan untuk memahami maksud Tuhan justru tumbuh dalam keheningan dan refleksi yang mendalam. Ketika kita berani menghadapi keresahan dan kekhawatiran dengan bijak, kita akan menemukan hikmah yang mungkin tersembunyi.

Sering kali, kemampuan terbaik kita justru terbentuk dari situasi sulit. Sebaliknya, kenyamanan dapat membuat kita terlena dan kehilangan potensi terbaik yang dimiliki. Seperti peribahasa lama yang mengatakan, “Nahkoda yang handal tidak pernah dibentuk dari laut yang tenang, tetapi oleh gelora laut yang menantang.”

Iyanla Vanzant pernah berkata, “Anda tidak dapat mengalami kepenuhan hidup jika Anda terus berusaha menghindari luka.” Maka, berhentilah merasa diri sebagai korban dari keadaan, kebijakan yang salah, atau persaingan hidup. Karena selama kita melihat diri sebagai korban, kita tidak akan pernah mampu meningkatkan kualitas diri.

Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan peka?

Alokasikan waktu untuk menjauh sejenak dari dunia yang gemerlap dan tokoh-tokoh besar yang penuh prestise. Sebaliknya, luangkan waktu untuk bergaul dengan orang-orang kecil: tukang kayu, tukang batu, buruh pelabuhan, petani, nelayan, tukang ojek, pedagang kecil, serta mereka yang menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak. Dari mereka, kita akan menemukan kisah-kisah hidup yang orisinal, penuh makna, dan sering kali luput dari perhatian kita.

BACA JUGA:  Ribuan Koperasi Merah Putih Telah Berdiri Kokoh di NTT

Perspektif yang kontras dari mereka dapat membuka mata dan hati kita untuk memahami hidup dengan cara yang lebih peka dan bijaksana.

Penderitaan bukan sekadar beban, melainkan salib sekaligus mahkota. Penderitaan adalah sarana keselamatan dan pertumbuhan. Kekuatan sejati tidak hanya datang dari kemenangan, tetapi juga dari keberanian untuk menghadapi kesulitan tanpa menyerah.

Keutamaan seseorang tidak terletak pada di mana ia berdiri saat situasi kondusif, tetapi pada bagaimana ia berdiri tegak di tengah kontroversi dan situasi yang tidak kondusif.

Liliba, 31 Januari 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.