Suarantt.id, Kupang-Fraksi Demokrat DPRD NTT memanggil pihak PLN Wilayah NTT untuk memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Rote dalam beberapa bulan terakhir. Pemadaman yang berlangsung cukup lama ini menuai banyak keluhan dari masyarakat.
“Kami menerima banyak pengaduan dari warga terkait pemadaman listrik yang sering terjadi. Kami ingin tahu, sampai kapan peningkatan keandalan listrik bisa benar-benar tuntas?” ujar anggota Fraksi Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN pada Selasa (4/2/2025).
PLN: Faktor Alam dan Pemeliharaan Jaringan Penyebab Pemadaman
Senior Manajer PLN Wilayah NTT, Taufiq Winurjaya, menjelaskan bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh faktor alam dan pemeliharaan jaringan yang harus dilakukan secara berkala.
“Sambaran petir di jalur transmisi berdampak hingga ke pembangkit listrik, sehingga sempat terjadi pemadaman. Jika cuaca normal, pasokan listrik pun akan lancar,” jelas Taufiq.
Ia menambahkan bahwa pemeliharaan jaringan dilakukan demi mencegah kerusakan yang lebih besar. Informasi pemadaman, menurutnya, selalu disampaikan kepada pelanggan minimal 24 jam sebelumnya.
“Kami memahami pemadaman ini mengganggu masyarakat. Ke depan, jika memungkinkan, pemeliharaan akan dilakukan lebih jarang atau di tengah malam,” ujarnya.
Sorotan DPRD NTT: Pelayanan Listrik Belum Merata
Dalam pertemuan tersebut, beberapa anggota DPRD NTT turut menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait pelayanan listrik di daerah.
Anggota DPRD NTT, Renny Un, meminta PLN untuk memastikan bahwa pemadaman bergilir diinformasikan lebih awal. “Masyarakat butuh kepastian, setidaknya diberi informasi satu atau dua hari sebelumnya,” pintanya.
Selain itu, Renny mengungkapkan bahwa ada dua desa di Kabupaten TTS yang belum mendapat layanan listrik. “Bayangkan ada sekolah, puskesmas, dan gereja yang belum teraliri listrik. Masyarakat merasa seolah belum merdeka meski Indonesia sudah 79 tahun merdeka,” tegasnya.
Senada dengan itu, Astria Gaidaka dari DPRD NTT menyampaikan keluhan masyarakat Alor yang masih banyak belum terjangkau listrik. “Banyak warga di sana harus memasak sopi menggunakan senter pada dini hari karena tidak ada listrik,” ujar Politisi Partai Demokrat NTT ini.
Komitmen PLN untuk Perbaikan
PLN berkomitmen untuk meningkatkan layanan listrik di NTT. Taufiq Winurjaya memastikan bahwa layanan listrik ke desa-desa akan terus dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun.
“Diskon listrik yang menjadi program nasional bukan hanya berlaku di NTT. Kami berharap masyarakat memahami jika pemadaman terjadi karena pemeliharaan atau gangguan alam yang tidak bisa dihindari,” tutup Taufiq.
DPRD NTT mengapresiasi respons PLN yang cepat dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Namun, mereka meminta agar perbaikan keandalan listrik terus menjadi prioritas demi kesejahteraan warga NTT.
Untuk diketahui bahwa hadir dalam rapat tersebut antara lain; Ketua Fraksi Demokrat Provinsi NTT, Leonardus Lelo, Anggota Fraksi Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo, Renny Un, Simon Guido Seran dan Astria Gaidaka. Sementara dari pihak PLN yakni
Senior Manajer PLN Wilayah NTT, Taufiq Winurjaya, Sau Panjaitan, Ita Yupikani dan dua staf. ***





