Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Perekonomian Daerah Provinsi NTT yang digelar di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, Selasa (13/1/2026) malam.
Rapat ini menjadi momentum awal untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong perekonomian NTT yang lebih optimis di tahun 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT, Kepala BPS NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, pimpinan OJK NTT, General Manager PT Pelindo Cabang Kupang, perwakilan Bea dan Cukai, Angkasa Pura, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa setelah melewati tahun 2025 yang penuh tantangan dan memasuki 2026 dengan kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen membangun optimisme serta memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan dan inklusif.
“Setelah melalui tahun yang tidak mudah di 2025 kemarin, dan memulai tahun baru ini dengan situasi global yang tidak mudah, kami sepakat untuk bersama-sama membuat NTT ke depan ekonominya harus lebih cerah dan lebih optimis. Ini menjadi komitmen kita bersama agar ekonomi NTT bertumbuh dengan baik dan lebih inklusif,” ujar Gubernur Melki.
Mantan Anggota DPR RI ini juga mendorong pergeseran paradigma pembangunan ekonomi NTT dari daerah yang cenderung konsumtif menuju daerah yang lebih produktif. Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru, khususnya dari kalangan anak muda dan perempuan di seluruh wilayah NTT.
“NTT harus bergerak dari daerah yang selama ini dikenal sangat konsumtif menjadi lebih produktif. Kita ingin mengurangi defisit perdagangan, mengembangkan potensi daerah, serta mendorong lahirnya entrepreneur baru, terutama dari kalangan anak muda dan perempuan,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Melki menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi NTT dapat berjalan lebih optimal. Ia meminta agar segera dibentuk tim kecil untuk mengonkretkan hasil rapat serta melakukan pertemuan rutin guna memantau perkembangan perekonomian daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data antarinstansi. Menurutnya, perbedaan data yang masih terjadi harus segera dibenahi karena data yang akurat menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan ekonomi yang tepat dan strategis.
“Provinsi ini masih sangat konsumtif. Kita dorong secara perlahan namun konsisten agar menjadi lebih produktif. Ini membutuhkan kerja bersama, komitmen, dan sinergitas yang kuat dari semua pihak,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Tim Pembahasan Perekonomian Provinsi NTT. Sejumlah poin penting disepakati, di antaranya mendorong keterbukaan dan penyampaian data oleh perangkat daerah dan instansi vertikal, percepatan perbaikan Rubber Tyred Gantry (RTG) di Pelabuhan Peti Kemas Kupang, pengendalian inflasi, serta menjaga stabilitas harga dan tarif selama proses perbaikan berlangsung.
Gubernur Melki Laka Lena juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak sepanjang tahun 2025 dan mengajak semua elemen untuk mengawali tahun 2026 dengan semangat baru demi mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif. ***





