Suarantt.id, Kupang-Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Nixon Balukh, menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pangan yang cukup dan bergizi merupakan sumber utama asupan gizi masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Diskusi Bersama Tantangan Perekonomian Provinsi NTT Atas Dampak Perang Dagang Global yang digelar oleh Direktorat Intelkam Polda NTT di Hotel Sylvia Kupang pada Senin (28/4/2025).
“Ketahanan pangan mencakup tiga pilar penting, yakni ketersediaan pangan, keterjangkauan, serta stabilitas pasokan dan harga. Pangan harus tersedia, bisa diakses, dan harus stabil sepanjang waktu,” jelas Nixon.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah menggalakkan program swasembada pangan nasional dengan target 20 juta hektare lahan ditanami padi di tahun 2025. Dalam skema ini, Provinsi NTT mendapat tanggung jawab menanam padi di atas lahan seluas 260.670 hektare selama periode Januari hingga Desember 2025.
“Ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional, terutama beras, yang setiap bulannya dibutuhkan minimal 2,6 juta ton untuk memberi makan seluruh penduduk Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nixon menekankan bahwa upaya ketahanan pangan ini tidak dapat berjalan sendiri, tetapi memerlukan sinergi dari seluruh instansi terkait, termasuk dukungan dari TNI dan Polri.
Diskusi tersebut dibuka oleh Direktur Intelkam Polda NTT, Kombes Pol. Surisman, S.I.K., M.H., dan turut dihadiri oleh Wadir Intelkam Polda NTT, Edwin Saleh, S.I.K., M.H., para perwira, serta peserta dari berbagai instansi terkait.***





