Suarantt.id, Kupang-Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si, mengungkapkan keluhan mengenai kendala yang dihadapi umat Hindu saat melaksanakan ibadah di Pura Oebananta. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keberadaan lapak dan pedagang pasar yang berjualan hingga ke badan jalan, yang sering menghambat akses umat menuju pura, terutama saat pelaksanaan upacara keagamaan.
“Keberadaan pedagang di badan jalan sering kali mengganggu kelancaran ibadah umat Hindu, khususnya dalam kegiatan keagamaan di Pura Oebananta. Kami telah berdiskusi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Bagian Hukum mengenai aturan penggunaan badan jalan, serta PD Pasar mengenai pengelolaan pasar di sekitar pura. Namun, hingga kini belum ada solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini,” ujar dr. Ari Wijana saat menerima kunjungan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, pada Minggu (30/3/25).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang untuk mempererat hubungan antar umat beragama sekaligus menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 kepada PHDI. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kupang disambut hangat oleh Ketua PHDI beserta sejumlah pengurus organisasi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi yang seimbang. Ia mengakui pentingnya menjaga kelancaran ibadah umat Hindu di Pura Oebananta namun tetap memperhatikan nasib para pedagang yang berjualan di sekitar area tersebut.
“Jika kita tegakkan aturan, tentu pedagang harus dipindahkan. Namun, kita juga perlu memikirkan solusi bagi mereka. Saya akan mengundang para pedagang untuk berdiskusi dan mencari jalan tengah yang adil bagi semua pihak,” jelas Wali Kota Kupang.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga harmonisasi antar umat beragama serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Kupang, menurutnya, akan terus berkoordinasi dengan PHDI dan perangkat daerah terkait untuk menyusun solusi yang komprehensif dalam menyelesaikan masalah ini.
“Saya meminta PHDI untuk berkoordinasi dengan dinas teknis dan bagian terkait agar bisa menyusun peta jalan solusi. Hal ini akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan kebijakan yang tepat, berdasarkan kajian yang matang,” tegas dr. Christian Widodo.
Kunjungan silaturahmi ini mencerminkan semangat toleransi dan kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap keberagaman serta pentingnya dialog sebagai jalan untuk menyelesaikan persoalan secara bijak dan berkeadilan. ***





