Suarantt.id, Kupang-Dalam upaya mendorong terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kupang, dr. Widya Cahya, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Parenting untuk Pencegahan Stunting melalui Pengasuhan dan Stimulasi Anak Usia Dini yang digelar di Aula Rumah Pintar Sonaf Soet Hinef pada Jumat (23/05/25).
Kegiatan yang diikuti oleh 16 tenaga pendidik PAUD Sonaf Soet Hinef dan para orang tua dari kelompok bermain ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kota Kupang, Roos Dethan, S.E.
Dalam sambutannya, dr. Widya yang juga dikenal sebagai Bunda PAUD Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang hadir serta menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum pernikahan.
“Edukasi kepada calon pengantin dan pasangan muda tentang parenting menjadi langkah awal yang sangat penting. Karena stunting bukan sekadar masalah gizi, tetapi menyangkut masa depan generasi,” ujarnya tegas.
Dalam pemaparannya, dr. Widya menjelaskan secara menyeluruh tentang stunting, termasuk definisi, penyebab, dampak jangka panjang, hingga strategi pencegahan yang bisa dilakukan di tingkat keluarga dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya perhatian pada tiga aspek utama: pola makan, pola asuh, dan sanitasi.
“Stunting adalah kondisi yang bisa dicegah jika kita memperhatikan tiga aspek penting tersebut secara bersamaan. Itu kunci agar anak-anak kita tumbuh sehat dan berkembang optimal,” jelasnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk rutin memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas, agar tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkala.
“Jangan malu untuk membawa anak ke tenaga kesehatan. Jika ada tanda-tanda stunting, kita bisa segera lakukan intervensi yang tepat,” imbaunya.
Di akhir kegiatan, Ketua TP PKK menyempatkan diri meninjau fasilitas dan alat-alat belajar di Rumah Pintar Sonaf Soet Hinef, serta berdialog dengan pelaku UMKM yang memasarkan produk tenun lokal di lokasi kegiatan.
Dengan kegiatan ini, dr. Widya berharap para peserta tidak hanya memahami pentingnya pencegahan stunting, tetapi juga menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. “Pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. ***





