Suarantt.id, Kupang-Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Junaidin Mahasan, menyoroti tiga persoalan utama yang dihadapi sektor peternakan di NTT, yaitu pakan, ketersediaan air, dan infrastruktur kesehatan hewan. Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Peternakan di ruang Komisi II DPRD NTT pada Selasa (11/3/25).
Menurut Junaidin, program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh pemerintah sebelumnya seharusnya menjadi solusi dalam menyediakan pakan ternak. Namun, ia mempertanyakan kelanjutan program tersebut dan realisasi pembangunan pabrik pakan ternak di tiga wilayah, yaitu Flores, Timor, dan Sumba.
“Kalaupun pabrik itu belum ada, mungkin ke depan kita perlu pikirkan untuk membangun pabrik pakan di NTT. Karena NTT dikenal sebagai penghasil ternak,” ujarnya.
Selain pakan, ia menyoroti permasalahan ketersediaan air di NTT yang sering mengalami musim kemarau panjang, berdampak langsung pada produksi ternak.
“Jika musim kemaraunya panjang, otomatis air berkurang. Ini menjadi salah satu faktor mengapa jumlah ternak kita menurun. Kita perlu mencari solusi untuk mengantisipasi hal ini,” kata Sekertaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.
Junaidin juga menyoroti permasalahan infrastruktur kesehatan hewan, khususnya terkait wabah African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian massal ternak babi di berbagai daerah, termasuk Sumba, Timor, dan Manggarai Raya.
“Virus ASF ini belum ditemukan obatnya, dan satu-satunya cara adalah pencegahan agar tidak menyebar lebih luas. Ini bukan hanya ancaman bagi peternak, tetapi juga bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Junaidin mengaitkan persoalan peternakan dengan program makanan bergizi gratis yang membutuhkan suplai daging, telur, dan susu. Dengan anggaran Rp 8 triliun lebih, ia menekankan pentingnya kesiapan NTT dalam menyediakan bahan baku tersebut agar uang tersebut beredar di dalam daerah, bukan keluar NTT.
“Mari kita dorong masyarakat untuk lebih banyak beternak unggas seperti ayam dan lainnya agar kebutuhan bahan baku ini bisa kita siapkan sendiri,” pungkasnya. ***





