Suara-ntt.id, Jakarta-Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) kembali menggelar webinar KORPRI Menyapa ASN seri ke-97 yang menghadirkan Keynote Speaker Ketua Umum DPKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Dr. Herman, M.Si (Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN) dan Ir. Ketut Lihadnyana, MMA (Kepala BKPSDM Provinsi Bali), serta dimoderatori oleh Eka Justicia, S.ST, MS.ASM (Duta Korpri 2024 Kementerian Perhubungan).
Dalam pemaparannya, Prof. Zudan menekankan pentingnya penerapan sistem meritokrasi untuk melindungi karir Aparatur Sipil Negara (ASN) secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, meritokrasi memberikan kesempatan kepada ASN yang berprestasi untuk memperoleh posisi yang sesuai dengan kompetensi mereka.
“Saya berharap meritokrasi sebagai landasan dalam mobilitas manajemen talenta ASN bisa menjadi motor penggerak birokrasi yang produktif dan berdampak positif,” tegas Zudan yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala BKN.
Meritokrasi sebagai Solusi Anti-KKN
Dr. Herman dalam paparannya menjelaskan bahwa meritokrasi merupakan sistem yang paling objektif dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik. Ia menekankan bahwa meritokrasi hadir untuk melawan praktik nepotisme, spoiling (politik), dan patronase yang kerap dikenal sebagai KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).
“Penerapan sistem merit melalui kerangka manajemen talenta diyakini lebih adil karena dapat melindungi karir ASN dari campur tangan faktor non-merit,” jelas Herman.
Ia juga menyebut bahwa misi ke-7 Asta Cita Presiden Joko Widodo memperkuat reformasi birokrasi dengan sistem merit sebagai dasar dalam penunjukan pejabat di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Implementasi di Provinsi Bali
Sementara itu, Ir. Ketut Lihadnyana, MMA menyampaikan upaya implementasi meritokrasi di Provinsi Bali. Menurutnya, sistem merit telah dituangkan dalam formula pengelolaan ASN yang objektif, tanpa memandang suku, ras, jenis kelamin, maupun asal usul.
“Komitmen kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian sangat penting untuk memastikan sistem merit berjalan dengan baik,” ujar Ketut.
Antusiasme Partisipan
Webinar yang diikuti lebih dari 1.000 partisipan melalui Zoom ini mendapatkan antusiasme besar dari ASN di berbagai daerah. Hingga berita ini ditulis, tayangan live streaming di YouTube telah disaksikan oleh lebih dari 7.400 viewers.
Dengan webinar ini, diharapkan ASN semakin memahami pentingnya penerapan meritokrasi dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik KKN. ***





