Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah se-Pulau Timor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Kegiatan yang berlangsung di Gedung VIP Pemda Bandara El Tari Kupang ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, para Bupati dan Wali Kota se-Pulau Timor, jajaran kepala OPD, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam forum strategis ini, Gubernur NTT menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun NTT dari bawah, dengan pendekatan kawasan yang berbasis potensi daerah masing-masing. “Kita harus saling menopang dan berbagi peran. Setiap daerah memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri yang harus dikelola secara sinergis,” tegas Gubernur Melkiades.
Ia juga mendorong optimalisasi potensi komoditas unggulan antarwilayah, termasuk penguatan sektor peternakan, pertanian, hingga tenaga kerja migran terlatih. Salah satu upaya konkret yang digagas adalah penyiapan tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk dikirim ke luar negeri secara legal dan profesional, seperti yang telah dilakukan oleh negara Filipina.
Dalam sesi pemaparan, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan sejumlah langkah nyata Pemkot Kupang dalam mendukung pembangunan kawasan. Salah satunya adalah kesiapan Kota Kupang berinvestasi di sektor pertanian. “Kami punya 419 hektare lahan sawah dan 6.700 hektare lahan non-sawah. Kami siap memodali pengelolaan lahan ini, tinggal kami butuh mitra yang tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya program quick win, termasuk pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pemkot Kupang tengah menyiapkan 1.300 kontainer sampah untuk seluruh RT dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di enam kecamatan, dengan target hanya 15 persen residu yang berakhir di TPA Alak.
Di sektor industri, dr. Christian menyoroti keberadaan pabrik garam iodisasi di Penkase Oeleta yang kekurangan bahan baku, dan mengajak kerjasama lintas wilayah untuk memenuhinya. Sementara itu, Kupang juga siap mendukung program pengiriman tenaga kerja, terutama perawat, ke Jepang dan Australia.
Tak hanya fokus pada aspek ekonomi dan ketenagakerjaan, Pemkot Kupang juga menggarap pengembangan ekonomi kreatif melalui revitalisasi taman-taman kota. “Taman harus bernyawa. Taman Nostalgia akan kami hidupkan kembali lewat program Sunday Market yang melibatkan UMKM dan komunitas kreatif,” jelasnya.
Menutup pemaparannya, dr. Christian menekankan pentingnya kehadiran head desk di tingkat provinsi untuk mempercepat koordinasi lintas pemerintahan, serta membuka peluang kerjasama internasional, termasuk tawaran dari Kota Darwin, Australia, yang tengah dikaji.
Rakor ini menjadi tonggak awal dalam penyusunan dokumen pembangunan kawasan Timor NTT yang akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai acuan rencana pembangunan lima tahun ke depan. ***





