Menhut Raja Juli Sebut Presiden Prabowo Subianto Sebagai Pemimpin yang Peduli Lingkungan Hidup

oleh -694 Dilihat
Menhut Raja Juli Antoni Foto Bersama Penjabat Gubernur NTT dan Forkopimda NTT Usai Tanam Pohon di Penkase Kota Kupang, NTT. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap lingkungan hidup dalam sambutannya pada acara penanaman satu juta pohon secara serentak di seluruh Indonesia. Acara yang dipusatkan di Noetnan, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian alam.

“Presiden Prabowo adalah seorang pemimpin yang sangat peduli terhadap lingkungan hidup. Pembangunan tidak boleh berhenti, namun keberlanjutan harus ditopang oleh alam yang lestari dan hutan yang sehat,” ungkap Raja Juli Antonio.

Menteri Kehutanan itu juga meluruskan berbagai isu hoaks terkait kebijakan kehutanan yang dituduhkan kepada Presiden Prabowo dan kementeriannya. Ia menegaskan, presiden telah memberikan arahan jelas untuk melindungi setiap makhluk hidup, termasuk semut dan laba-laba. Bahkan ular kobra yang muncul di sekitar masyarakat dilarang untuk dibunuh.

“Kami terus memastikan bahwa pembangunan berjalan tanpa mengorbankan kelestarian alam. Upaya ini adalah bentuk nyata cinta Presiden Prabowo terhadap lingkungan hidup, alam, dan hutan kita,” tegasnya.

Wujudkan Hutan sebagai Cadangan Pangan dan Energi

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan juga menyampaikan visi pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan pemanfaatan hutan sebagai cadangan pangan dan energi. Salah satu solusinya adalah memaksimalkan fungsi hutan yang ada dengan menanam pohon produktif seperti aren dan padi gogo.

“Hutan yang hijau bisa dimanfaatkan untuk menanam padi gogo. Di lahan satu hektare saja, kita dapat menghasilkan 3,5 ton beras. Jika kita cadangkan satu juta hektare, itu berarti kita dapat memproduksi 3,5 juta ton beras, sehingga impor bisa dikurangi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tanaman aren memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif. Satu hektare aren mampu menghasilkan hingga 24 ribu ton bahan bakar yang dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Gerakan Hijau NTT dan Pembangunan Berkelanjutan

Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam gerakan penghijauan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga bibit pohon yang telah ditanam dan mengaitkannya dengan isu perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya.

“Perubahan iklim membawa dampak besar, seperti turunnya hasil pangan, rentannya wilayah pesisir, dan terganggunya kesehatan makhluk hidup. Oleh karena itu, pembangunan yang berketahanan iklim harus menjadi prioritas,” kata Andriko.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah meluncurkan kebijakan “Gerakan Hijau Sejuk Nusa Tenggara Timur Ku” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Penanaman serentak di Kupang ini dilakukan di lahan seluas 2,5 hektare dengan total 1.000 pohon, sebagai bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi sejak era Presiden Soeharto pada tahun 1993.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI Ahmad Johan, Penjabat Wali Kota Kupang Linus Lusi, Wali Kota Kupang terpilih dr. Christian Widodo, Vikjen Keuskupan Agung Kupang RD. Krispinus Saku, serta Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes. Anggota TNI dari tiga matra turut mendukung suksesnya acara tersebut.

Melalui aksi nyata ini, pemerintah berharap agar kelestarian lingkungan hidup dapat terus terjaga, mendukung ketahanan pangan, dan memajukan pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.