Optimisme Masyarakat NTT Tetap Kuat di Tengah Deflasi Januari 2025

oleh -5539 Dilihat
Kepala BI Perwakilan NTT Memberi Sambutan di Acara Capacity Building UMKM Halal pada Senin, 03/02/25. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt id, Kupang-Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap menunjukkan optimisme meski mengalami deflasi sebesar -0,27 persen (mtm) atau -0,06 persen (yoy) pada Januari 2025. Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi NTT, deflasi tersebut disebabkan oleh diskon tarif listrik yang diberikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada rumah tangga pada Januari hingga Februari 2025.

Meski terjadi deflasi, daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam rilis tertulis yang diterima media ini mengatakan bahwa optimisme masyarakat terlihat dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia. “Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2025 tercatat sebesar 140,7. Artinya, masyarakat masih optimis akan keadaan dunia usaha dan pendapatan yang diterimanya,” ungkapnya.

Peningkatan UMP dan Perbaikan Sektor Pertanian

Optimisme masyarakat NTT turut didukung dengan peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2025 yang naik sebesar 6,5 persen menjadi Rp 2.328.969,69 dibandingkan UMP tahun 2024 yang sebesar Rp 2.186.826,00.

Selain itu, prospek stabilitas inflasi di NTT diprakirakan membaik seiring dengan peningkatan produksi tanaman pangan. Agus mengungkapkan bahwa produksi padi diprediksi mengalami perbaikan setelah terkontraksi sebesar 7,18 persen (yoy) pada tahun 2024 akibat fenomena El Nino yang berlangsung sejak tahun 2023 hingga triwulan ketiga tahun 2024.

“Peningkatan curah hujan pada Desember 2024 menjadi momen penting untuk memulai musim tanam padi. Diharapkan panen raya padi dapat berlangsung pada Maret hingga Mei 2025,” tambah Agus.

Dukungan Bank Indonesia untuk Pertanian

Sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Bank Indonesia telah memberikan bantuan sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani pada akhir 2024. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, hand tractor, sumur bor, transplanter, pupuk, dan benih.

BACA JUGA:  TP PKK Kota Kupang Fokus Edukasi Kesehatan Mental dan Seksual Remaja

“Bank Indonesia memiliki komitmen untuk memberikan dukungan pada peningkatan produktivitas pertanian. Kontinuitas peningkatan produktivitas harus diiringi dengan pendampingan kepada petani agar mereka dapat mengadopsi teknologi dan Good Agricultural Practices (GAP),” jelas Agus.

Pendampingan ini dinilai penting untuk memastikan hasil panen yang optimal dan kesejahteraan petani yang lebih baik. Dengan demikian, ketersediaan pasokan pangan diharapkan lebih terjaga sehingga dapat mendukung stabilitas harga pangan.

Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus berupaya mengimplementasikan langkah-langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan, termasuk hilirisasi produk pangan serta peningkatan produktivitas di sisi hulu. Dengan berbagai langkah tersebut, optimisme masyarakat NTT diharapkan tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.