Pemkot Kupang Perkuat Sinergitas dalam Tata Kelola Sampah yang Efektif dan Berkelanjutan

oleh -520 Dilihat
Wali Kota Kupang Paparkan Strategi Penanganan Sampah di Tingkat Kecamatan, Kelurahan dan RT di Hotel Kristal Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa konsistensi merupakan kunci utama dalam keberhasilan program penanganan sampah. Hal tersebut disampaikannya dalam forum bersama sembilan lurah Best Practice yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang pada Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, para camat, serta seluruh lurah se-Kota Kupang. Dalam pemaparannya, dr. Christian Widodo menekankan bahwa komitmen hanyalah langkah awal, dan keberhasilan baru dapat dicapai melalui pelaksanaan yang konsisten dan berkesinambungan.

“Saya berharap semua pihak terus bergerak dan tidak kehilangan semangat dalam menjalankan program ini. Jangan biarkan kita terpecah oleh hal-hal yang bisa menghambat perubahan besar yang sedang kita bangun bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Melsi Mansula, memberikan edukasi mengenai jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang. Ia mengelompokkan sampah menjadi tiga kategori utama: plastik, kertas, dan logam. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk memperkuat teknis pengelolaan sampah serta mendukung upaya pemerintah menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Sementara itu, Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, memaparkan kemajuan pengadaan fasilitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Setelah mendapat persetujuan dari pemilik lahan, pihak kelurahan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang untuk menyediakan enam unit kontainer sampah yang melayani tujuh wilayah administratif.

Penempatan kontainer tersebut disertai dengan dialog bersama masyarakat guna memastikan efektivitas sistem pembuangan serta penerapan sanksi terhadap pelanggaran. Kelurahan Oesapa Barat juga telah menetapkan jadwal pengangkutan sampah yang teratur untuk menghindari penumpukan.

Christian E. Chamdra menambahkan bahwa sistem pewarnaan tempat sampah turut mempermudah proses pemilahan, yakni hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Forum ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pemerintah Kota Kupang untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan tata kelola sampah yang efektif dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.