Oleh: Eddy Ngganggus
Suarantt.id, Kupang-Suatu malam, di bawah terang bola lampu sorot lapangan sepak bola, dua orang pemuda tampak oleng karena berada di bawah pengaruh alkohol. Mereka bertengkar hebat tentang benda bulat dan terang yang menggantung di atas kepala mereka.
Pemuda pertama bernama Linglung, dan pemuda kedua bernama Pusing.
Si Linglung menatap ke langit dan berkata,
“Sing, indah sekali e… Kita bisa menikmati sopi sambil memandang bulan yang terang di atas sana.”
Namun si Pusing menjawab tegas,
“Dasar kamu lagi mabuk! Itu bukan bulan, tapi matahari!”
Linglung tertawa keras, lalu membalas,
“Dasar kamu yang mabuk! Masa kamu tidak bisa bedakan matahari dengan bulan? Pemabuk bego!”
Pertengkaran mereka makin seru, seiring bertambahnya jumlah sopi yang masuk ke kerongkongan. Tak ada yang mau mengalah. Linglung tetap bersikukuh itu bulan, sementara Pusing ngotot bahwa itu matahari.
Malam semakin larut, dan ketegangan antara mereka hampir berujung pada adu jotos. Untunglah, seorang pemuda lain kebetulan melintas di lapangan. Linglung dan Pusing sepakat menanyakan pendapat orang ketiga ini.
“Oi, Bung! Mau tanya dulu,” sapa Linglung, “Itu di atas sana yang bulat dan terang itu, sebenarnya apa? Bulan atau matahari?”
Pemuda yang ditanya tampak berpikir cukup lama, lalu menjawab,
“Maaf teman, saya orang baru di sini… jadi saya juga tidak tahu benda apa itu.”
Pesan moral dari kisah ini:
Orang yang tidak berada dibawah pengaruh alkohol-lah yang seharusnya memberi petunjuk kepada mereka yang sedang mabuk. Kalau sama-sama mabuk, tidak akan ada solusi yang ada malah masalah baru.
Alkoholic itu Perilaku Menyimpang
Alkoholic atau kecanduan alkohol adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu mengendalikan konsumsinya, hingga ketergantungan terhadap alkohol menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Hal ini terjadi karena perubahan kimiawi dalam otak yang memicu sensasi puas saat mengonsumsi alkohol. Namun, sensasi ini hanya berlangsung sementara. Ketika kadar alkohol menurun, muncul rasa gelisah, yang kemudian mendorong pecandu untuk terus minum.
Beberapa gejala kecanduan alkohol antara lain:
- Tidak dapat membatasi jumlah konsumsi alkohol.
- Berniat berhenti, tetapi selalu gagal.
- Waktu habis untuk minum atau memulihkan diri dari efek alkohol.
- Keinginan kuat yang tak tertahankan untuk minum.
- Gagal menjalankan tanggung jawab di sekolah, kerja, atau rumah.
- Tetap minum meskipun sudah tahu dampaknya bagi kesehatan dan hubungan sosial.
- Mengabaikan kegiatan penting demi waktu untuk minum.
- Minum dalam kondisi berbahaya (misalnya saat berkendara).
- Toleransi meningkat, butuh lebih banyak untuk efek yang sama.
- Mengalami gejala putus alkohol (tremor, mual, keringat dingin) jika tidak minum.
Semoga Paskah 2025 ini menjadi titik balik dari kebiasaan meneguk sopi hingga mabuk, menuju kebiasaan hidup sehat dan sadar.
Jangan sampai kita menjadi seperti tiga pemuda dalam cerita di atas.
Selamat Paskah 2025.
Liliba, 20 April 2025





