Suarantt.id, Betun-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexander B. Koroh, menjadi sorotan publik usai dinilai tidak menjalankan etika birokrasi dan protokoler dalam sebuah kegiatan di Desa Kakaneuk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka pada Rabu, 8 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kadis PMD NTT tidak membacakan sambutan resmi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang seharusnya disampaikan oleh pejabat yang mewakili. Padahal, sambutan gubernur diketahui telah disiapkan dan berada dalam map yang dipegang oleh yang bersangkutan saat acara berlangsung.
Alexander B. Koroh dalam penyampaiannya menyebut bahwa sambutan Gubernur NTT pada prinsipnya sama dengan yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu. Ia bahkan mengaku jika kembali membacakan sambutan gubernur akan terkesan mengulang hal yang sama.
“Kalau saya baca lagi sambutan dari Pak Gubernur NTT, nanti akan double lagi,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Namun, sikap tersebut justru menuai kritik dari berbagai kalangan. Dalam etika birokrasi dan protokoler pemerintahan, sambutan pimpinan daerah terlebih gubernur tetap harus dibacakan oleh pejabat yang mewakili sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi dan tata aturan resmi.
Selain itu, penggunaan bahasa Inggris dalam penyampaian sambutan di tengah masyarakat desa juga memicu reaksi warganet. Banyak yang menilai langkah tersebut tidak tepat sasaran, mengingat sebagian besar masyarakat setempat dinilai tidak familiar dengan bahasa tersebut.
Peristiwa ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah netizen menilai Kadis PMD NTT tidak peka terhadap kondisi audiens dan terkesan ingin mencari perhatian.
“Ini bukan soal gaya, tapi soal etika dan memahami masyarakat yang dihadapi,” tulis salah satu komentar warganet.
Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut, Alexander B. Koroh juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar menjaga kesehatan dan kondisi mental anak-anak, serta menghindari sikap putus asa.
Ia menyinggung peristiwa meninggalnya seorang siswa kelas V SD yang diduga bunuh diri di Kabupaten Ngada sebagai peringatan bagi semua pihak. ***





