Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Inspektorat Daerah Provinsi NTT pada Rabu, 9 April 2025, sekitar pukul 08.00 WITA. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan kegiatan di Inspektorat berjalan sesuai aturan dan mendukung visi-misi pemerintah provinsi.
Inspektur Daerah Provinsi NTT, Stefanus Hala, dalam keterangannya menjelaskan bahwa ini merupakan kunjungan perdana Wakil Gubernur ke institusinya. Dalam kesempatan tersebut, Wagub menanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Inspektorat yang berdasarkan regulasi adalah membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam hal pembinaan serta pengawasan.
“Beliau meminta kami untuk mempresentasikan seluruh program kerja dan kegiatan di Inspektorat. Kami memaparkan proses inti dan sistem mutu yang kami terapkan, khususnya dalam pengawasan yang mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Stef kepada media ini di ruang kerjanya pada Jumat, 11 April 2025.
Dikatakan dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur menyempatkan diri mengunjungi setiap ruangan di lingkungan Inspektorat, termasuk ruang Monitoring dan Evaluasi (Monev), perencanaan, Irban 1 hingga Irban 5, serta ruang Inspektur.
Usai meninjau ruangan, Wagub memimpin rapat bersama jajaran Inspektorat di aula utama. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran Inspektorat dalam mengawal setiap tahapan program pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, serta memastikan adanya manfaat nyata dari kegiatan tersebut.
“Beliau menekankan agar pengawasan tidak hanya mencari kesalahan, namun harus berdasarkan fakta dan data. Inspektorat harus berperan sebagai pendeteksi dini agar potensi masalah dapat dicegah sejak awal,” kata Stef.
Salah satu hal yang turut disoroti adalah pelaksanaan lelang fisik. Stef menyampaikan bahwa Inspektorat saat ini telah menerapkan sistem Probity Audit, yakni pengawasan melekat terhadap proses pengadaan barang dan jasa sejak tahap perencanaan hingga serah terima pekerjaan. “Ini berbeda dengan pendekatan lama yang baru turun setelah pekerjaan selesai,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan pengawasan internal, serta perlunya kecukupan dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat.
Lebih jauh, Johni Asadoma meminta Inspektorat untuk turut mengawal pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi NTT, yakni Asta Cita dan Dasa Cita, termasuk di dalamnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan 10 pilar pembangunan yang tercakup dalam Dasa Cita.
“Kami siap mengawal seluruh program ini sesuai peran dan tupoksi kami sebagai lembaga pengawasan internal pemerintah,” pungkas Stef. ***





