Wagub NTT: TPP Harus Berdasarkan Kinerja dan Disiplin ASN

oleh -666 Dilihat
Wagub NTT Motivasi ASN Saat Pimpin Apel Pagi. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan pentingnya keterkaitan antara Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan kinerja serta kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, TPP tidak boleh diberikan secara merata tanpa mempertimbangkan output kerja dan tingkat kehadiran pegawai.

“TPP bukan semata-mata hak, tapi juga bentuk penghargaan atas kerja dan disiplin. Kalau kerjanya baik dan disiplin, tentu layak menerima TPP penuh. Tapi kalau tidak, ya harus dikurangi. Ini bentuk keadilan dan pengawasan,” ujar Johni dalam pernyataannya saat memi inimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Senin  (26/5/25).

Ia menambahkan bahwa sistem pemberian TPP yang proporsional akan mendorong budaya kerja yang lebih produktif dan bertanggung jawab di lingkungan birokrasi.

“Dengan pendekatan ini, kita bisa membangun etos kerja yang sehat dan adil. Tidak ada lagi ruang bagi yang malas, tetapi sebaliknya memberi insentif bagi yang berprestasi,” tandasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kepada seluruh ASN di NTT untuk terus meningkatkan kinerja dan menjunjung tinggi disiplin dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan publik.

Dalam arahannya, Wagub Johni menekankan pentingnya kedisiplinan ASN sebagai bagian tak terpisahkan dari etos kerja dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik.

“ASN itu harus disiplin. Setiap perangkat daerah wajib mendata kehadiran anggotanya pada setiap apel, lengkap dengan alasan ketidakhadiran jika ada. Ini penting agar kita tahu kekuatan kita dan bisa menindaklanjuti sesuai aturan,” tegas Wagub.

Lebih lanjut, Wagub Johni mengingatkan bahwa keberhasilan program-program strategis Pemerintah Provinsi NTT, seperti Dasa Cita Ayo Bangun NTT dan Quick Win, sangat bergantung pada sinergi dan soliditas antar perangkat daerah.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Tugaskan Bank NTT Dukung OSOP di SMK St. Isidorus Boawae

“Program ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus disiplin dan kompak. Seratus hari awal dari Quick Win adalah momen kita untuk memetakan masalah dan membangun fondasi agar bisa bergerak cepat dan efektif dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, semua program pembangunan harus memberi dampak nyata, khususnya dalam layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

“Kalau tidak ada perubahan di NTT, kita harus malu. Karena pelayanan dasar adalah prioritas. ASN harus berbenah dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” kata Johni. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.