Wakil Wali Kota Kupang Buka Storytelling Buku Anak “Cepat Sembuh, Ciko!”: Edukasi Zoonosis dan Perlindungan Satwa Liar

oleh -802 Dilihat
Wawali Kota Kupang Pose Bersama Pengurus Universitas Udayana. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi membuka kegiatan storytelling buku cerita anak berjudul “Cepat Sembuh, Ciko!” pada Kamis (10/4/2025), bertempat di UPT Taman Budaya Gerson Poyk. Buku ini mengangkat tema perlindungan satwa liar dan pencegahan penyakit zoonosis sebagai bagian dari proyek The Application of One Health Approach to Raise Wildlife Protection Awareness in Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Tiurmasari E. Saragih, S.KM., M.Sc.; Program Manager OHCC Universitas Udayana, Ni Komang Semara Yanti, S.KM., MPH; serta Regional Coordinator OHAWE Project wilayah NTT, Adeline Th. Bolla, S.KM., M.ScPH. Kegiatan turut melibatkan perwakilan dari Dinas Pendidikan, Bagian Kerja Sama dan Bagian Hukum Setda Kota Kupang, serta UPT Taman Budaya Gerson Poyk.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Serena menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh praktik perdagangan dan konsumsi satwa liar, yang tidak hanya mengancam kelestarian fauna tetapi juga memicu penyebaran penyakit zoonosis seperti rabies, flu burung, dan leptospirosis.

“Melalui pendekatan inovatif One Health, kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan manusia, tetapi juga mencakup kesehatan hewan dan lingkungan,” ujar Serena.

Ia menekankan pentingnya edukasi sejak usia dini, dan menilai buku “Cepat Sembuh, Ciko!” sebagai media edukatif yang transformatif, karena mampu menyampaikan pesan perlindungan satwa liar dalam bentuk yang mudah dipahami anak-anak.

“Jika sejak kecil mereka belajar menghargai kehidupan satwa dan pentingnya menjaga ekosistem, maka kita sedang menanamkan nilai luhur untuk keberlanjutan bumi ini,” tambahnya.

Wakil Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung pelestarian lingkungan. Ia menyebut sejumlah program prioritas dalam 100 hari kerja, seperti penanganan sampah, penguatan UMKM, serta penataan birokrasi, sebagai bentuk konkret dari visi Kota Kupang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Program Manager OHCC Universitas Udayana, Ni Komang Semara Yanti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kota Kupang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan storytelling ini merupakan bagian dari proyek berskala nasional yang didanai oleh The Alliance Against Health and Wildlife Trade melalui GIZ Jerman dan telah dilaksanakan di 10 provinsi, dengan NTT sebagai lokasi terakhir.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi anak-anak, masyarakat, dan semua pihak dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Tiurmasari E. Saragih melaporkan bahwa buku “Cepat Sembuh, Ciko!” merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Kupang dan OHCC Universitas Udayana. Buku ini ditulis oleh Robertus Fahik dan diterbitkan dalam tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Inggris, dan Bahasa Kupang. Karakter utama, seekor anjing bernama Ciko, menjadi simbol edukatif untuk pentingnya pencegahan rabies.

Kegiatan storytelling dibawakan secara menarik oleh kelompok Teater Satu Timor, dilengkapi dengan pre- dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap penyakit zoonosis, khususnya rabies. Sebanyak 75 siswa dari SD Negeri Bertingkat Naikoten dan SDK St. Yoseph I Naikoten II serta 25 orang tua turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi metode edukasi efektif yang mampu membangkitkan kesadaran, imajinasi, dan kepedulian anak terhadap satwa liar serta lingkungan sekitarnya.

Menutup sambutannya, Serena kembali menegaskan prinsip kepemimpinannya, “To govern is to serve-memerintah adalah melayani.” Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang menggabungkan pendidikan, literasi, dan pelestarian alam demi mencetak generasi masa depan yang lebih peduli dan bertanggung jawab. ***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.