Suarantt.id, Jakarta-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya untuk memangkas anggaran perjalanan dinas dalam kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis. Ia menekankan bahwa perjalanan dinas hanya akan dilakukan untuk kepentingan yang benar-benar berdampak bagi pelayanan publik.
Hal ini disampaikan dalam acara syukuran pelantikan yang dihadiri oleh pimpinan perangkat daerah dan keluarga di Jakarta pada Kamis (20/2/25) malam. Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo mengapresiasi semua pihak yang telah mendukungnya dan menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Efisiensi yang diinginkan Presiden Prabowo harus kita jalankan. Kita akan menggunakan anggaran secara lebih bijak, termasuk mengurangi anggaran perjalanan dinas. Perjalanan dinas hanya untuk kepentingan yang benar-benar berdampak bagi pelayanan publik,” ujarnya.
Pemerintahan Seirama dan Kepemimpinan dengan Keteladanan
Selain efisiensi anggaran, Wali Kota Kupang juga menekankan pentingnya keselarasan dalam menjalankan pemerintahan. Ia menginginkan seluruh jajaran Pemkot Kupang bekerja dalam satu visi dan ritme agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan efektif.
“Kami ingin semua seirama. Kami akan mulai dari hal sederhana, seperti kebersihan kantor pemerintahan. Kantor Wali Kota dan OPD harus menjadi contoh. Lead by example,” tegasnya.
Fokus pada Kebersihan dan Budaya Pelayanan
Dalam kepemimpinannya, dr. Christian Widodo menempatkan kebersihan sebagai prioritas utama. Ia ingin membangun budaya kebersihan yang konsisten dan mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi.
“Kita ingin Kota Kupang tidak kalah dari kota besar lainnya seperti Surabaya dan Bandung dalam hal sumber daya manusia dan kebersihan. Kita akan dorong kebijakan yang memastikan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan komunikasi yang lembut tetapi tetap tegas dalam pengambilan keputusan. Prinsip suaviter in modo, fortiter in re—lembut dalam cara, tegas dalam keputusan—menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan.
“Saya akan tetap tersenyum dan lembut dalam menyampaikan sesuatu, tetapi tegas dalam mengambil keputusan. Pemerintah tidak lagi memerintah, tapi melayani. To govern is to serve. Moto ini harus ditempel di kantor-kantor pelayanan publik agar masyarakat tahu bahwa mereka adalah prioritas kita,” tambahnya.
Kebijakan-kebijakan yang diusung dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Kota Kupang, menciptakan pemerintahan yang lebih efisien, bersih, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. ***





