Wali Kota Kupang Paparkan Roadmap Pengelolaan Sampah: Dari Rumah Tangga Hingga TPST Kecamatan

oleh -3817 Dilihat
Wali Kota dan Wawali Kupang Pimpin Rapat Bersama Pimpinan SKPD Tangani Sampah. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di wilayah ibu kota Provinsi NTT. Dalam sambutannya saat membuka Lomba Penulisan Karya Tulis dan Debat Bahasa Inggris yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Wali Kota dr. Christian Widodo menegaskan bahwa penanganan sampah kini menjadi agenda prioritas yang dikerjakan secara serius dan terstruktur.

“Kami pemerintah sudah siapkan roadmap-nya. Ini serius, bukan sekadar wacana. Mulai dari rumah tangga, RT, kelurahan, hingga kecamatan, semua akan terlibat dalam sistem ini,” ujar Christian di hadapan peserta dan tamu undangan, Rabu (23/4).

Sebagai bagian dari peta jalan tersebut, setiap Rukun Tetangga (RT) akan difasilitasi dengan tempat sampah komunal. Dari total sekitar 1.300 RT di Kota Kupang, pengadaan dilakukan secara bertahap dengan bantuan dari berbagai komunitas dan individu. Sejumlah pihak telah menyumbangkan tempat sampah dalam jumlah puluhan hingga ratusan unit.

“Kalau satu RT satu tempat sampah, kita butuh 1.300 unit. Tapi kita mulai dulu. Ini bukan soal jumlah, tapi soal semangat kebersamaan,” katanya.

Pemerintah juga telah menyiapkan 51 unit tempat sampah besar berbahan besi yang akan ditempatkan di lokasi strategis di setiap kelurahan—seperti lahan kosong atau lapangan sepak bola yang tidak terpakai—untuk menghindari penumpukan dan mencegah bau tak sedap di lingkungan padat penduduk.

Langkah selanjutnya adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan. Fasilitas ini akan dilengkapi mesin pencacah plastik dan alat pengolah limbah sederhana. Targetnya, hanya 15 persen sampah residu yang akan berakhir di TPA.

“TPST bukan sekadar tempat buang sampah, tapi tempat mengolah. Dari situ bisa muncul nilai tambah—bata dari sampah plastik, bahan daur ulang, dan lainnya. Sampah bukan akhir, tapi awal dari peluang,” jelas Wali Kota.

Untuk memperkuat sistem, Pemkot juga menyiapkan armada khusus yang akan mengangkut sampah dari RT dan kelurahan setiap hari, demi memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga.

Wali Kota Christian Widodo pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut terlibat aktif dalam program ini, demi menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

“Anak cucu kita sebagai pemilik masa depan kota ini akan merasa bahagia dan menikmati kota yang sehat. Kota ini bukan hanya warisan dari leluhur, tapi pinjaman dari anak cucu kita,” tutupnya penuh harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.