Suarantt.id, Kupang-Winston Neil Rondo resmi dilantik sebagai Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025–2028. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula New Sasando International Hotel, Kupang, dan ditandai dengan penyerahan panji GAMKI oleh Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat.
Winston akan memimpin GAMKI NTT bersama Amos Lafu sebagai Sekretaris dan Prof. Apris Adu sebagai Bendahara, didukung oleh jajaran pengurus lainnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel Pandie, M.Th., Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, serta para senior GAMKI seperti Hengki Benu, Grinds Djubida Frids Fanggidae, Daud Amarato, Gadi Buli, Anna Djukana, dan lainnya.
Dalam pidatonya, Winston menegaskan arah baru GAMKI sebagai organisasi pemuda gereja yang siap menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Kita harus selalu siap dan mempersiapkan diri. Yang akan unggul di era kompetisi ini bukanlah yang paling kuat, tetapi mereka yang cepat belajar, cepat beradaptasi, dan cepat memanfaatkan peluang,” ujar anggota DPRD NTT ini.
Ia juga menyoroti potensi besar pemuda Kristen di NTT yang berjumlah sekitar 2,1 juta jiwa dari 3.000 gereja Protestan di 22 kabupaten/kota. Jumlah ini menjadikan pemuda Kristen di NTT sebagai komunitas terbesar kedua secara nasional setelah jemaat HKBP.
“GAMKI NTT: Menyalakan Terang Iman dan Nasionalisme di Ujung Timur Nusantara,” seru Winston dalam pidatonya yang menggugah.
Winston menyampaikan bahwa GAMKI NTT berada dalam arus tiga transformasi besar: Asta Cita Prabowo-Gibran, Dasa Cita Melki-Johni, dan Lima Pilar Sinode GMIT. Oleh karena itu, GAMKI NTT berkomitmen memanfaatkan bonus demografi untuk membangun generasi muda sebagai agen perubahan melalui enam jurus strategis:
- Kepemimpinan Muda Berintegritas: Melalui GAMKI Academy, membina kader muda dengan wawasan iman, nasionalisme, dan keterampilan teknologi.
- Inovasi Digital dan Ekonomi Kreatif: Rumah Creative & Digital GAMKI menjadi ruang belajar pengembangan konten, UMKM digital, dan startup lokal.
- Gerakan Sosial Berbasis Komunitas: Program GAMKI Peduli Desa untuk memberdayakan desa-desa dan melibatkan pemuda dalam pembangunan.
- Jaringan Strategis Lintas Sektor: GAMKI Connection menjalin kemitraan dengan gereja, pemerintah, dan dunia usaha.
- Ekosistem Hilirisasi Lokal: GAMKI OVOP (One Village One Product) mendorong pemuda mengelola produk lokal untuk nilai tambah ekonomi.
- Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital: Memacu inovasi sektor kreatif, pertanian, dan pemasaran melalui kecanggihan teknologi.
Menutup pidatonya, Winston menegaskan: “GAMKI NTT bukan sekadar cabang organisasi nasional. Ia adalah lentera di ujung timur, yang menyala dengan terang iman dan nasionalisme. Dalam semangat Injil dan Pancasila, GAMKI memanggil setiap pemuda Kristen di NTT: Berdirilah, beranilah, dan bertindaklah. Karena masa depan tidak menunggu orang yang ragu. ***





