Sekretariat DPRD NTT Luncurkan Sistem Pelatihan “Badekat” untuk Dorong Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Berbasis Data

oleh -590 Dilihat
Sekwan Pose Bersama Anggota DPRD NTT dan Asisten III Setda NTT dalam Acara Peluncuran Program Sistem Pelatihan 'Badekat'. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Sekretariat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan sistem pelatihan baru bernama Badekat (Bangun Dedikasi, Efektivitas, Efisiensi, Kolaboratif, Adaptif, dan Transparan) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelayanan publik dan mendorong reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi.

Peluncuran program pelatihan tersebut  dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPRD NTT, Alfons Watu Raka di ruang sidang Kelimutu DPRD NTT pada Kamis (23/10/2025).

Dalam sambutannya, Alfons menjelaskan bahwa sistem Badekat dirancang untuk membangun karakter aparatur yang berdedikasi tinggi serta mampu bekerja secara efektif dan efisien, dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan.

“Pelatihan sistem Badekat membangun dedikasi, efektivitas, efisiensi, kolaboratif, adaptif, dan transparan untuk meningkatkan pelayanan publik. Diharapkan kegiatan ini memberi masukan baru bagi penguatan pelayanan birokrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Watu Raka.

Ia menegaskan bahwa melalui Badekat, Sekretariat DPRD NTT ingin meneguhkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Program ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan sumber daya manusia aparatur yang tanggap terhadap perubahan zaman, khususnya perkembangan teknologi informasi.

Peluncuran sistem Badekat turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Semuel Halundaka yang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Sekretariat DPRD NTT dalam menciptakan inovasi pelatihan berbasis data.

“Pelatihan sistem Badekat merupakan inovasi untuk menciptakan birokrasi yang melayani, terintegrasi, dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik. Program ini mendorong transparansi berbasis data dan menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang sejalan dengan program Gubernur NTT,” kata Halundaka.

Menurutnya, pendekatan Badekat menjadi bukti nyata bahwa reformasi birokrasi tidak hanya sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret untuk memperkuat kompetensi aparatur dalam menghadapi dinamika pelayanan publik.

“Terima kasih kepada rekan-rekan lingkup Sekretariat DPRD NTT yang telah mendesain program ini untuk mendukung pelayanan publik yang berbasis data, sesuai kebutuhan, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi demi kemajuan daerah,” tambah Halundaka.

Melalui penerapan sistem pelatihan Badekat, Pemerintah Provinsi NTT berharap kinerja aparatur sipil negara di berbagai sektor menjadi semakin profesional, efisien, dan transparan. Dengan demikian, pelayanan publik di NTT diharapkan semakin cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.