Dinsos Kota Kupang Beri Sentuhan Kemanusiaan bagi ODGJ Terlantar Hingga Akhir Hayatnya

oleh -661 Dilihat
Pemakaman ODGJ Atas Nama Antonius Meko di TPU Damai Fatukoa pada Senin, 10 November 2025. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Sebuah kisah kemanusiaan terungkap dari laporan Dinas Sosial Kota Kupang tentang penanganan seorang penyandang disabilitas sekaligus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar di Kelurahan Oepura. Melalui koordinasi lintas pihak, langkah-langkah penanganan dilakukan secara bertahap hingga pemakaman almarhum pada 10 November 2025.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes Don Bosco Assan, atau yang akrab disapa Toto Assan, menjelaskan bahwa laporan mengenai keberadaan ODGJ terlantar tersebut pertama kali diterima dari pihak Kelurahan Oepura pada akhir Agustus 2025. Setelah dilakukan penjangkauan, ODGJ yang diketahui bernama Antonius Meko ditemukan dalam kondisi lemah dan sulit berkomunikasi.

“Lurah Oepura bersama staf sempat berupaya berinteraksi, namun karena keterbatasan komunikasi, kami segera melakukan langkah tanggap cepat dengan memberikan bantuan dasar,” ujar Toto Assan.

Dinas Sosial kemudian menyalurkan bantuan sandang berupa pakaian, popok dewasa, selimut, serta perlengkapan mandi. Melihat kondisi fisik Antonius yang semakin memburuk, petugas membawanya ke RSUD S.K. Lerik untuk mendapatkan perawatan medis. Selama tiga hari, dari 26 hingga 28 Agustus 2025, Antonius menjalani perawatan intensif hingga akhirnya dinyatakan membaik oleh tim medis.

Namun, setelah dikembalikan ke lokasi semula di sekitar Kantor PDAM Kabupaten Kupang, Antonius kembali ditemukan dalam kondisi terlantar di depan Kantor Lurah Bakunase. Melalui kerja sama antara Dinas Sosial, Kelurahan Bakunase, Kelurahan Oepura, dan Polsek Kota Raja, dilakukan penjangkauan ulang. Karena Antonius tidak memiliki keluarga dan kondisi fisiknya semakin menurun, akhirnya diputuskan untuk menempatkannya kembali di Kelurahan Oepura di bawah pengawasan lurah setempat.

Selama hampir sebulan, Antonius dirawat dengan penuh perhatian oleh pihak kelurahan. Namun, pada Jumat, 7 November 2025, kabar duka datang: Antonius ditemukan telah meninggal dunia di salah satu ruangan kosong di Kantor Lurah Oepura.

BACA JUGA:  Visualisasi Fakta dan Fenomena, Moses Ompusunggu Bagikan Pengalaman Etnografi Visual

Jenazah kemudian dibawa oleh Polsek Maulafa ke Pemulasaran Jenazah RSB Titus Ully Kupang untuk disemayamkan selama tiga hari. Tidak berhenti di situ, Dinas Sosial bersama Kelurahan Oepura juga mengurus seluruh proses pemakaman.

Dengan diawali Misa Pemakaman yang dipimpin pemuka agama Katolik di halaman Kantor Lurah Oepura, jenazah Antonius Meko dimakamkan dengan layak di TPU Damai pada 10 November 2025.

“Bagi kami, setiap manusia, siapapun dia, berhak mendapatkan penanganan dan penghormatan yang layak. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang selalu kami junjung,” ungkap Toto Assan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, masih ada ruang besar bagi kepedulian. Upaya yang dilakukan Dinas Sosial bersama masyarakat menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak pernah berhenti di batas formalitas bahkan ketika seseorang harus berpulang dalam kesunyian. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.