Suarantt.id, Kupang-Dari tanah Manggarai yang kaya akan nilai budaya dan semangat gotong royong, langkah seorang perempuan muda kini tengah menuju panggung nasional.
Cintya Crescentia Tegok, yang dikenal sebagai Putri Manggarai 2025, membawa lebih dari sekadar mimpi pribadi saat bersiap melaju ke ajang Putri Indonesia 2026. Ia datang dengan sebuah misi pemberdayaan perempuan dari wilayah timur Indonesia.
Bagi Cintya, keikutsertaannya dalam ajang kecantikan bukan semata tentang penampilan atau gelar. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang strategis untuk menyuarakan isu-isu sosial yang dekat dengan realitas kehidupan perempuan di daerah, khususnya di Manggarai. Ketimpangan akses pendidikan, keterbatasan ruang ekonomi, hingga minimnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas menjadi hal-hal yang selama ini ia amati dan rasakan secara langsung.
Perjalanan menuju ajang Putri Indonesia 2026 pun tidak ia tempuh secara instan.
Sejak dinobatkan sebagai Putri Manggarai 2025, Cintya mulai aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan muda. Ia mendorong lahirnya ruang diskusi komunitas, pelatihan keterampilan, serta kampanye kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi perempuan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, perempuan di Manggarai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, namun seringkali dihadapkan pada keterbatasan akses dan kesempatan. Karena itu, ia berkomitmen menjadikan platform yang dimilikinya sebagai sarana untuk membuka lebih banyak peluang bagi perempuan agar dapat berkembang secara mandiri, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun kepemimpinan.
Mengusung semangat dari Timur, Cintya ingin menunjukkan bahwa perempuan dari daerah juga memiliki kapasitas dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional. Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan di Nusa Tenggara Timur, untuk berani bermimpi dan mengambil peran dalam perubahan sosial di lingkungannya.
Baginya, perjalanan menuju Putri Indonesia 2026 adalah tentang membawa cerita dari kampung halaman ke panggung yang lebih luas. Cerita tentang ketangguhan, harapan, dan tekad perempuan Manggarai yang ingin maju tanpa meninggalkan identitasnya.
Dengan langkah yang mantap, Cintya Crescentia Tegok kini menembus batas dari Timur, membawa suara perempuan Manggarai menuju Indonesia. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kontribusi dan perubahan. ***





