Wagub NTT Optimistis K-SIGN Rote Ndao Tekan Pengangguran dan Impor Garam

oleh -746 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Wabup Rote Ndao Pose Bersama Project Manager PT Nindya Karya. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ba’a-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau langsung Proyek Strategis Nasional (PSN) K-SIGN (Kawasan Sentra Industri Garam Nasional) yang berlokasi di Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao pada Jumat (27/3/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan usai menghadiri kegiatan Pengembangan Ekonomi Desa serta meninjau infrastruktur jalan di wilayah yang sama.

Dalam kunjungan ini, Wagub didampingi Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan, Kepala Biro Hukum Provinsi NTT Odermax Sombu, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Kedatangan rombongan disambut oleh Project Manager PT Nindya Karya, Erwan Fatrianstah, bersama Tenaga Ahli/Konsultan Agrinas Pangan Nusantara Ikhwan Samsyuddin, Koordinator Tim Leader Pepi, serta Wakil Tim Leader Imanuel Ferdinand Manu.

Dalam pemaparannya, Erwan Fatrianstah menjelaskan bahwa progres pembangunan proyek PSN K-SIGN saat ini telah mencapai sekitar 92 persen. Sebagian besar pekerjaan, termasuk pembangunan tanggul, telah rampung dan kini memasuki tahap akhir (finishing). Proyek tahap pertama ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa proyek strategis nasional tersebut harus diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Ia memastikan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, akan turut melakukan intervensi guna mengatasi berbagai kendala di lapangan.

“Pemerintah akan ikut melakukan intervensi, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, untuk membantu penyelesaian berbagai kendala yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub NTT menyampaikan optimisme bahwa kehadiran K-SIGN akan memberikan dampak besar bagi perekonomian daerah, khususnya dalam menekan angka pengangguran dan mengurangi ketergantungan terhadap impor garam.

Menurutnya, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 26.000 tenaga kerja, dengan sekitar 80 hingga 90 persen di antaranya berasal dari masyarakat lokal NTT. Dengan demikian, angka pengangguran di NTT yang saat ini masih berada di kisaran 125 ribu orang diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

BACA JUGA:  Dari Kebun Sekolah ke Ketahanan Pangan, Gubernur Melki Hadiri Panen Perdana Cabai di Kupang Kupang

“Ini peluang besar bagi masyarakat NTT. Kita harapkan ke depan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan proyek tersebut.

Ia menekankan bahwa setiap proyek besar pasti menghadapi tantangan, namun dengan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, berbagai hambatan dapat diatasi.

“Setiap proyek besar pasti memiliki tantangan. Namun dengan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, saya yakin seluruh kendala dapat diselesaikan dengan baik,” tutupnya.

Di akhir peninjauan, Wagub bersama rombongan juga mengunjungi gudang penampungan garam serta lokasi pembangunan pompa air laut yang menjadi bagian penting dari proyek PSN K-SIGN. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.