Ketua DPRD NTT Soroti Buku “Asa dan Rasa”: Refleksi Harus Jujur dan Sesuai Realitas Lapangan

oleh -568 Dilihat
Ketua DPRD NTT, Emiliana Nomleni. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Emelia Nomleni, menyoroti isi buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Melki-Johni” dengan menekankan pentingnya kejujuran dalam refleksi serta kesesuaian antara narasi dan kondisi riil di lapangan.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan bedah buku yang berlangsung di Aula El Tari, Kupang pada Kamis (9/4/2026).

Dalam pemaparannya, Emelia menegaskan bahwa sebuah buku refleksi tidak boleh hanya menjadi kumpulan laporan capaian semata, tetapi harus mampu menggambarkan secara jujur perjalanan kepemimpinan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma selama satu tahun terakhir.

“Buku ini harus menjawab untuk siapa dan untuk apa dibuat. Apakah hanya sekadar laporan kerja, atau benar-benar menjadi refleksi perjalanan satu tahun. Ini penting untuk menentukan arah ke depan,” tegasnya.

Ia mengapresiasi upaya menghadirkan buku tersebut sebagai ruang evaluasi terbuka. Menurutnya, budaya refleksi yang jujur dan transparan masih jarang dilakukan dalam pemerintahan, sehingga langkah ini patut diapresiasi.

“Ini budaya yang baik, karena ada keberanian untuk menyampaikan kelebihan dan kekurangan secara terbuka. Ini menjadi pembelajaran penting untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Namun demikian, Emelia juga memberikan sejumlah catatan kritis. Ia menilai narasi optimisme yang dibangun dalam buku harus diimbangi dengan data dan fakta di lapangan agar tidak menimbulkan kesenjangan persepsi.

“Temuan DPRD harus disejajarkan dengan data yang disajikan. Jangan sampai disebutkan ada capaian, tetapi di lapangan masih banyak yang belum terealisasi. Ini yang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti sejumlah isu penting yang dinilai belum tergambar secara komprehensif dalam buku, seperti perlindungan perempuan dan anak, persoalan kemiskinan, serta kondisi kelompok rentan.

BACA JUGA:  DPRD NTT Desak Gubernur Melki Laka Lena Inovatif Tingkatkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran

Selain itu, Emelia mempertanyakan belum dilibatkannya sejumlah tokoh perempuan dalam pembahasan buku tersebut, padahal peran perempuan dinilai sangat strategis dalam pembangunan daerah.

“Perempuan memiliki kontribusi besar, baik di dalam rumah tangga maupun di ruang publik. Karena itu, keterlibatan mereka dalam narasi pembangunan sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyinggung program-program unggulan seperti OVOP, OCOP, dan koperasi merah putih yang menurutnya perlu pendalaman lebih lanjut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari sisi visual, Emelia menilai penggunaan warna kuning dan merah dalam buku mencerminkan semangat, energi, dan optimisme dalam membangun NTT.

Di akhir penyampaiannya, Emelia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis namun realistis dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan Melki-Johni masih memiliki waktu empat tahun ke depan untuk mewujudkan berbagai target.

“Sebagai pemimpin tidak bisa berjalan sendiri. Kita semua punya tanggung jawab. Jangan menyerah dalam kondisi apa pun. Mari kita bangun NTT bersama dengan semangat dan kejujuran,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.