Tak Ada Tawar-menawar! BI NTT Gempur Perbatasan, Rupiah Wajib Berdaulat di Beranda Negeri

oleh -457 Dilihat
BI NTT Jaga Kedaulatan Rupiah di Wilayah Perbatasan NKRI. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Atambua-Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan sikap tanpa kompromi dalam menjaga kedaulatan Rupiah di wilayah perbatasan. Melalui ajang Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, BI NTT “turun gunung” menggempur kawasan beranda negeri dengan edukasi, digitalisasi, serta penguatan ekonomi lokal.

Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa penggunaan Rupiah di wilayah perbatasan bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan negara yang tidak bisa ditawar. “Rupiah adalah identitas bangsa. Wajib digunakan di seluruh wilayah NKRI, termasuk di kawasan perbatasan dengan aktivitas lintas negara yang tinggi,” tegasnya dalam Opening Ceremony pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 4-8 Agustus 2026 ini merupakan hasil sinergi BI NTT bersama Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Kabupaten Belu, dan berbagai pemangku kepentingan. Mengusung tema “Rupiah Berdaulat & Bergema di Beranda Negeri”, festival ini menjadi strategi nyata memperkuat nasionalisme sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi perbatasan.

Rangkaian kegiatan mencakup Garuda Championship bagi pelajar, edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi QRIS dan Pelindungan Konsumen (PEKA), hingga pasar murah berbasis digital. Sekitar 120 UMKM lokal turut dilibatkan dalam bazar, membuka peluang pasar sekaligus mempercepat adopsi sistem pembayaran digital.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan lebih dari 1.000 peserta hadir dalam pembukaan acara. Transaksi QRIS dalam pasar murah tercatat mencapai ratusan transaksi, menandakan mulai tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran non-tunai di wilayah perbatasan.

Tak hanya itu, BI NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu juga meresmikan Pojok Literasi CBP Rupiah sebagai pusat edukasi masyarakat. Fasilitas ini diharapkan menjadi garda depan dalam menanamkan kecintaan terhadap Rupiah, meningkatkan pemahaman ekonomi, serta memperkuat identitas kebangsaan, khususnya bagi generasi muda di kawasan perbatasan.

BACA JUGA:  NTT Incorporated: KIB Didorong Menjadi Simpul Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyampaikan apresiasi atas komitmen BI NTT dalam mendorong kemajuan daerah perbatasan. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah agar kegiatan serupa terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, BI NTT mengirim pesan tegas: tidak ada ruang bagi pelemahan Rupiah di wilayah perbatasan. Dari beranda negeri, Rupiah harus berdiri tegak sebagai simbol kedaulatan, sementara digitalisasi dan pemberdayaan UMKM menjadi motor penggerak ekonomi menuju NTT yang lebih maju. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.