Gubernur NTT Desak PLN Bereskan Catatan Buruk Proyek Geotermal Mataloko

oleh -4713 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena Tinjau Proyek Geotermal dan Ingatkan PLN untuk Bereskan Semua Persoalan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Bajawa-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngada pada Selasa (15/7/25). Dalam agenda tersebut, Gubernur meninjau langsung lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Desa Ulubelu, Mataloko, dan menghadiri upacara adat syukuran Ka Sa’o di Kampung Doka, Kecamatan Golewa.

Dalam peninjauan ke lokasi proyek geotermal yang dikerjakan oleh PT PLN itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan pentingnya menyelesaikan berbagai catatan dan sorotan yang selama ini menyertai proyek tersebut, terutama yang berkaitan dengan dampak lingkungan.

“Ini bukan kami datang yang pertama dan terakhir. Semua catatan dari berbagai pihak terkait dengan lingkungan tetap harus diperhatikan dan diselesaikan dengan baik,” tegas Melki.

Ia juga mengingatkan agar proyek PLTP Mataloko benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, proyek ini harus memberikan kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sistem bagi hasil yang adil, serta penerapan teknologi pertambangan yang berkualitas dan ramah lingkungan.

“Kami ini maunya masyarakat dengan proyek ini tetap dapat manfaat. Tidak ada hal-hal yang merusak lingkungan, CSR-nya jelas, bagi hasilnya juga harus bagus, dan teknis pertambangannya juga bagus,” ujar mantan Anggota DPR RI itu.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Bupati Ngada Raimundus Bena, Ketua DPRD Ngada, jajaran Perangkat Daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Ngada, serta masyarakat sekitar lokasi proyek.

Hadiri Upacara Adat Ka Sa’o di Kampung Doka

Usai meninjau proyek geotermal, Gubernur bersama rombongan menghadiri syukuran Ka Sa’o Jawa Radho suku Gisi Azi di Kampung Doka, Desa Radabata, Kecamatan Golewa. Kedatangan rombongan disambut hangat dengan tarian Ja’i massal mengelilingi pelataran kampung.

Ka Sa’o merupakan upacara adat sebagai ungkapan syukur atas pembangunan atau peresmian rumah adat (Sa’o). Tradisi ini mencerminkan nilai spiritual dan sosial budaya masyarakat Ngada yang erat dengan leluhur dan identitas komunitasnya.

Tokoh adat suku Gisi Azi, Leonardus Bhara, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT. Ia menyebut kehadiran ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap eksistensi dan pelestarian budaya masyarakat adat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa rumah adat (Sa’o) bukan hanya bangunan fisik, melainkan lambang asal usul, sejarah, dan jati diri masyarakat Ngada.

“Kita ini punya rumah asal, itu harus kita jaga karena dari situ kita berasal. Pesannya adalah kita punya rumah, punya cerita, dan sejarah yang harus dirawat dan diwariskan ke generasi penerus kita,” ujarnya.

Kepada 24 Wailaki suku Gisi Azi yang merayakan syukuran Ka Sa’o, Gubernur menyampaikan ucapan selamat dan proficiat atas semangat kebersamaan serta persaudaraan yang kuat dalam menjaga warisan leluhur.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Gubernur Melki Laka Lena dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara kemajuan teknologi dan pelestarian nilai-nilai adat budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.