KUB Bank Jatim dan Bank NTT Masuki Tahap Akhir, Frans Gana: Izin OJK Segera Terbit

oleh -5395 Dilihat
Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana Beri Keterangan Pers di Gedung DPRD NTT. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana, mengungkapkan tiga agenda strategis yang menjadi fokus utama dalam proses transformasi Bank NTT. Ketiganya meliputi evaluasi kinerja, kelanjutan kerjasama usaha bank (KUB) antara Bank Jatim dan Bank NTT, serta pengusulan nama-nama calon pengurus baru. Proses akuisisi saat ini disebut telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk kinerja, kita fokus pada pemenuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi. Proses KBU dengan Bank Jatim juga sudah pada tahap final, tinggal menunggu izin dari OJK pusat setelah RUPS disetujui,” ujar Frans usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Provinsi NTT pada Kamis (31/7/2025).

Frans menjelaskan bahwa perjanjian pemegang saham atau Shareholder Agreement (SHA) dengan Bank Jatim telah selesai. Meski dana penyertaan modal belum disalurkan, kesepakatan secara prinsip telah dicapai dan tinggal menunggu lampu hijau dari regulator.

Di sisi lain, Frans juga mengungkapkan bahwa pengusulan calon pengurus baru Bank NTT sudah dilakukan sejak pertengahan Juli 2025. Salah satu nama yang diajukan untuk posisi Direktur Utama adalah Yohanis Landu Praing, atau yang akrab disapa Umbu, yang saat ini masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank NTT.

“Meskipun Umbu sempat mengajukan pengunduran diri, dalam proses internal, namanya tetap diajukan sebagai calon kuat untuk posisi Dirut,” jelas Frans.

Sementara itu, posisi Direktur Umum dan Operasional diusulkan diisi oleh Rahmat Saleh, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Umum pada Direktorat Operasional dan SDM Bank NTT. Nama-nama calon lainnya, menurut Frans, masih berada di bawah kewenangan pemegang saham utama dan seluruh proses pengusulan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

BACA JUGA:  Kepsek SMAN 3 Kupang Bantah Pungutan IPP Rp150 Ribu, Tegaskan Tetap Ikut Pergub Nomor 53 Tahun 2025

Terkait komitmen Pemerintah Provinsi NTT yang menargetkan penyertaan modal hingga Rp 2,8 triliun, Frans menegaskan pentingnya pengelolaan dana yang bijak dan efisien. Ia menyebut bahwa Bank NTT akan fokus mencari sumber dana murah guna menghindari tekanan terhadap likuiditas perusahaan.

“Kalau tidak dikelola hati-hati, dananya bisa keluar. Karena itu, kita harus pintar mencari sumber dana murah agar sehat secara keuangan,” pungkasnya.

Langkah-langkah strategis ini menandai babak baru dalam transformasi Bank NTT sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.