Festival Kupang Lampion Food Street Market Berakhir, 70 UMKM Raup Transaksi Hingga Rp1 Miliar

oleh -146 Dilihat
Wagub NTT Tutup Resmi Acara Festival Kupang Lampion Food Street Market di Jalan El Tari Kupang pada Minggu, 8 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Festival Kupang Lampion Food Street Market resmi berakhir dan ditutup di Kota Kupang pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari di jalan El Tari depan Rumah Jabatan Gubernur NTT melibatkan sekitar 70 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan diperkirakan mampu mencatat total transaksi hingga Rp1 miliar.

Acara penutupan festival dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma. Turut hadir pula Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT Hengki Liyanto, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT Theo Widodo, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Wagub NTT menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini menunjukkan bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat.

Menurutnya, kehadiran berbagai stan UMKM dan antusiasme masyarakat yang datang berkunjung membuktikan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi ruang ekonomi yang hidup bagi masyarakat.

“Kita menyaksikan bagaimana ruang publik ini menjadi tempat bertemunya kreativitas, berkembangnya usaha kuliner lokal, serta menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, beragam produk lokal dan sajian kuliner yang ditampilkan dalam festival tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

“Setiap sajian kuliner yang disuguhkan, setiap produk lokal yang dipajang, serta setiap karya dari kelompok-kelompok kreatif menjadi bukti bahwa potensi masyarakat kita begitu besar dan terus bertumbuh,” tambahnya.

Wagub juga menilai cahaya lampion yang menghiasi ruas Jalan El Tari selama kegiatan berlangsung menjadi simbol semangat kebersamaan, kerja keras, dan kreativitas yang mampu melahirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi Siswa Berprestasi dan Anak Yatim di SD Inpres Oetete 3

Menurutnya, Kupang Lampion Food Street Market tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan ekonomi rakyat serta wadah pertemuan antara kreativitas, budaya, kuliner, UMKM, dan semangat kewirausahaan.

“Kita berharap semangat kolaborasi dari berbagai pihak, baik paguyuban, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dunia usaha, maupun pemerintah dapat terus menjadi kekuatan bersama dalam membangun perekonomian daerah, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wagub NTT juga menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras serta dedikasi semua pihak yang telah menghadirkan kegiatan ini dengan baik. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan utama dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Food Street Market, Andre Hartato, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 8 Maret 2026 tersebut mengusung tema “Harmoni Budaya dalam Keberagaman”.

Ia mengatakan bahwa festival ini memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM. Bahkan, salah satu pelaku usaha mengaku mampu menjual hingga 1.200 produk dalam satu hari, sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya.

“Secara keseluruhan, total transaksi selama dua hari pertama mendekati Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Dengan tambahan transaksi pada hari ketiga, kami memperkirakan total transaksi selama tiga hari kegiatan ini bisa menembus angka Rp1 miliar,” jelasnya.

Andre juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur NTT yang dinilai menjadi bentuk dukungan nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Kota Kupang.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Hadir untuk Masyarakat Pesisir Lewat Bantuan Coolbox Bagi Nelayan

“UMKM merupakan salah satu tumpuan utama ekonomi di Kota Kupang. Karena itu, kami mengapresiasi PSMTI NTT yang telah menginisiasi kegiatan ini dan berharap ke depan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.