Suarantt.id, Kupang-Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang akan menggelar talkshow “Dialog Kupang Pagi” dengan topik “Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan Melki-Johni” pada Senin (23/2/2026) pukul 09.00-10.00 WITA di Studio RRI Kupang.
Kegiatan dialog publik ini akan menghadirkan empat narasumber dari lintas perspektif, yakni Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Pengamat Ekonomi NTT James Adam, Akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Apolonaris Gay, serta Ketua DPD GAMKI NTT yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT Winston Neil Rondo.
Dialog berdurasi 60 menit tersebut akan dipandu oleh host RRI Kupang dengan format paparan singkat dari narasumber utama, dilanjutkan panel respon cepat, diskusi silang terarah, hingga closing statement dari masing-masing pembicara.
Sekretaris Bidang Politik DPD GAMKI NTT, Naaman Ren Bonlae, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang sebagai ruang evaluasi publik yang objektif dan berbasis data terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
“Momentum satu tahun kepemimpinan adalah waktu yang tepat untuk melihat sejauh mana visi dan janji politik diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang terbuka, bukan sekadar apresiasi, tetapi juga kritik konstruktif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa karena keterbatasan waktu, diskusi akan difokuskan pada tiga poros utama pembangunan daerah.
Pertama, tata kelola dan kepemimpinan, meliputi konsistensi visi-misi, reformasi birokrasi, serta relasi eksekutif dan legislatif.
Kedua, ekonomi rakyat yang mencakup penguatan UMKM, program OVOP, koperasi, ekonomi pesisir, serta dampak kebijakan fiskal terhadap rumah tangga masyarakat.
Ketiga, kesejahteraan publik, yang menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk isu stunting, layanan rumah sakit, serta perlindungan perempuan dan anak.
Dalam sesi awal dialog, Gubernur NTT dijadwalkan memaparkan tiga capaian utama selama satu tahun kepemimpinan, dua tantangan terbesar yang dihadapi, serta agenda prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026. Selanjutnya, para panelis akan memberikan respon kritis dari perspektif ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan fungsi pengawasan legislatif.
DPD GAMKI NTT berharap talkshow ini dapat menjadi ruang pembelajaran publik agar masyarakat memahami indikator keberhasilan pembangunan secara lebih objektif, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah melalui partisipasi aktif warga dalam mengawal kebijakan pembangunan di Nusa Tenggara Timur. ***





