Suarantt.id, Kupang-Rangkaian kegiatan Festival Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tidak hanya menjadi momentum perayaan iman, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Panitia Festival Paskah 2026, Simson Polin, mengatakan bahwa hingga saat ini hampir 200 pelaku UMKM telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan festival tersebut.
Menurutnya, kehadiran UMKM dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya panitia untuk menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil.
“Bukan hanya perayaan Paskah, tetapi kita ingin masyarakat kecil juga merasakan perputaran ekonomi melalui kegiatan UMKM,” ujarnya kepada wartawan usai sidang paripurna DPRD NTT pada Jumat, 6 Maret 2026.
Simson menjelaskan, Festival Paskah GMIT 2026 juga akan melibatkan sekitar 35 hingga 40 klasis dari total kurang lebih 50 klasis yang ada di lingkungan GMIT. Sejumlah klasis dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur bahkan telah menyatakan kesiapan untuk ambil bagian, termasuk klasis dari Alor.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Festival Paskah GMIT 2026 dijadwalkan dimulai pada 28 Maret 2026 dan akan berakhir di Pulau Rote pada 10 April 2026, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Rote Ndao.
Di Pulau Rote, Obor Perdamaian yang menjadi bagian dari prosesi Paskah akan disimpan sebagai simbol sekaligus situs sejarah gereja mula-mula di wilayah tersebut. Ke depan, obor tersebut direncanakan akan dibawa secara bergilir ke berbagai pulau di Nusa Tenggara Timur seperti Pulau Sabu, Alor, Pulau Sumba, hingga Pulau Flores sebagai simbol pesan perdamaian dari daerah ini.
“Pesannya sangat kuat, bahwa dari NTT kita menyampaikan pesan damai kepada dunia. Di tengah berbagai konflik yang terjadi, kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa hidup dalam damai,” pungkas Simson. ***





