Mahasiswa Harus Jadi Garda Persatuan, Gubernur NTT Hadiri Pelantikan Danmenwa di Undana

oleh -12 Dilihat
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Hadiri Pelantikan Danmenwa Mahadana NTT Periode 2025-2028 di Universitas Nusa Cendana Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa (Danmenwa) Mahadana NTT Periode 2025–2028, Fahmi Haji Abdullahi, yang berlangsung di Lantai 3 Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis (19/02/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa, terlebih di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Menurutnya, Resimen Mahasiswa (Menwa) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta memiliki semangat bela negara.

“Menwa harus menjadi contoh bagi generasi muda lain melalui semangat daya juang dan semangat pantang menyerah. Selain itu, Menwa juga harus memiliki kepekaan sosial, kecintaan pada tanah air, serta kesiapsiagaan dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa,” ujar Gubernur Melki.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia sekaligus Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Dankonas Menwa) RI, Ahmad Riza Patria, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Rektor Undana Jefri S. Bale, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Undana, anggota Menwa Mahadana NTT, serta civitas akademika Undana.

Sebelumnya, Ahmad Riza Patria secara resmi melantik Fahmi Haji Abdullahi sebagai Danmenwa Mahadana NTT Periode 2025-2028 dalam prosesi upacara pelantikan yang berlangsung khidmat dan dihadiri puluhan anggota Menwa dengan seragam hijau khas dan baret ungu.

Gubernur Melki menjelaskan bahwa Resimen Mahasiswa bukan sekadar organisasi semi-militer di lingkungan kampus, melainkan wadah pembinaan karakter, disiplin, kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa.

“Mahasiswa NTT harus tampil sebagai benteng nilai kebangsaan sekaligus jembatan persaudaraan di tengah dinamika kawasan perbatasan,” tambahnya.

Ia juga mendorong setiap perguruan tinggi di NTT untuk mewadahi mahasiswa melalui organisasi Menwa sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju NTT yang maju dan berdaya saing.

Sementara itu, Ahmad Riza Patria dalam sambutannya mengisahkan sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia sebagai wadah bela negara bagi mahasiswa yang digagas sejak tahun 1959 oleh Jenderal A.H. Nasution untuk memperkuat komponen cadangan pertahanan negara.

Menurutnya, Menwa saat ini tidak hanya berperan dalam aspek pertahanan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan hingga ke pelosok desa.

Rektor Undana, Jefri S. Bale juga berharap jajaran Menwa Mahadana dapat terus adaptif dalam menghadapi perubahan, menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan pengabdian, serta menjadi kader penggerak pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Fahmi Haji Abdullahi menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Menwa Mahadana sebagai organisasi yang profesional, modern, adaptif, dan tetap berakar pada nilai-nilai patriotisme serta kedisiplinan.

Ia menegaskan bahwa Menwa siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda NTT serta menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga diangkat sebagai anggota kehormatan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT yang ditandai dengan penyematan baret ungu oleh Ahmad Riza Patria sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan komponen pendukung pertahanan negara. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.