Pengalaman Retret di Magelang, Gubernur Melki Motivasi Pejabat Struktural Pemprov NTT di Unhan Atambua

oleh -984 Dilihat
Gubernur NTT Pose Bersama Peserta Ret-Ret Gelombang I di Unhan Atambua. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Atambua-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi kegiatan Retret Pejabat Struktural lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung di Politeknik Universitas Pertahanan Ben Mboi Atambua, Selasa (23/9) malam.


Dalam sambutannya, Gubernur Melki berharap agar para pejabat struktural mengikuti kegiatan retret dengan penuh semangat sebagai sarana membangun kebersamaan yang kokoh dan membentuk semangat transformasi pelayanan publik kepada masyarakat.

“Pengalaman kami ikut retret di Magelang sungguh luar biasa. Kami diberikan pemahaman terkait situasi global dan nasional serta bagaimana itu diterapkan di daerah masing-masing. Melalui kegiatan retret itu kami belajar, berdiskusi dan makan bersama sehingga menjadi lebih dekat secara emosional,” ujar Melki.

Gubernur menekankan pentingnya kegiatan retret untuk mendekatkan batin serta memperkuat konsolidasi.

“Kalau pikiran buntu, konsolidasi hati akan lebih bisa menghasilkan solusi daripada debat tekstual. Nikmati semua prosesnya, ikuti materi dan jadwal dengan sungguh-sungguh. Tidak boleh ada yang bolos dan cari-cari alasan,” tegasnya.

Melki juga menyampaikan retret ini menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah guna mencapai target pembangunan daerah.

“Kita datang di sini untuk melatih kerja sama dan membangun karakter yang kokoh. Kolaborasi antar OPD harus berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Gubernur, kemajuan NTT hanya dapat dicapai jika semua pihak bergerak bersama. Karena itu melalui retret ini, para peserta diharapkan mengalami perubahan cara pikir, membangun komitmen, dan memiliki ketangguhan menghadapi kritik publik.

“Kita tidak boleh cepat ‘baper’ kalau ada kritik. Kita harus mampu menjawabnya dengan semangat transformatif dan kolaboratif dalam pelayanan publik,” kata Melki.

Ia juga menegaskan selama retret tidak ada perbedaan jabatan. Semua peserta diperlakukan sama oleh instruktur dan diharapkan berpartisipasi setara dalam diskusi.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Dorong OPD Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Digital dan PAD

“Tanggalkan semua jabatan. Tidak boleh ada eselon dua ‘baper’ dikritik eselon di bawahnya, begitu juga sebaliknya. Kita mau satukan gerak secara terukur dan berdampak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Yosep Rasi, melaporkan kegiatan retret diikuti 677 pejabat struktural lingkup Pemprov NTT yang dibagi dua gelombang. Gelombang pertama 330 orang berlangsung 23–27 September, sedangkan gelombang kedua 347 orang dilaksanakan 1–5 Oktober.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas diri dan pelayanan, membentuk kerja sama, menanamkan nilai kebangsaan dan bela negara, membangun pola pikir konstruktif dan transformatif serta rencana aksi yang terukur melalui kerja kolaborasi yang lebih erat antar perangkat daerah,” jelas Yos Rasi.

Selain mengikuti materi inti, para peserta retret juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke dua desa percontohan One Village One Product (OVOP), berbelanja produk UMKM masyarakat, dan membantu anak-anak stunting.

“Kegiatan ini juga berdampak bagi masyarakat karena semua kebutuhan konsumsi peserta berasal dari masyarakat sekitar,” tambah Yos Rasi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyerahkan bantuan keranjang ikan untuk kelompok nelayan dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani di Kabupaten Belu.

Tampak hadir Bupati Belu Willy Lay, Dekan Politeknik Unhan Ben Mboi Brigjen Ir. Kristijarso, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Belu, serta undangan lainnya.***

Suarantt.id, Atambua-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi kegiatan Retret Pejabat Struktural lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung di Politeknik Universitas Pertahanan Ben Mboi Atambua, Selasa (23/9) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki berharap agar para pejabat struktural mengikuti kegiatan retret dengan penuh semangat sebagai sarana membangun kebersamaan yang kokoh dan membentuk semangat transformasi pelayanan publik kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Komite I DPD RI Kunjungi Kota Kupang, Bahas Isu ASN, Pendidikan dan Tata Ruang

“Pengalaman kami ikut retret di Magelang sungguh luar biasa. Kami diberikan pemahaman terkait situasi global dan nasional serta bagaimana itu diterapkan di daerah masing-masing. Melalui kegiatan retret itu kami belajar, berdiskusi dan makan bersama sehingga menjadi lebih dekat secara emosional,” ujar Melki.

Gubernur menekankan pentingnya kegiatan retret untuk mendekatkan batin serta memperkuat konsolidasi.

“Kalau pikiran buntu, konsolidasi hati akan lebih bisa menghasilkan solusi daripada debat tekstual. Nikmati semua prosesnya, ikuti materi dan jadwal dengan sungguh-sungguh. Tidak boleh ada yang bolos dan cari-cari alasan,” tegasnya.

Melki juga menyampaikan retret ini menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah guna mencapai target pembangunan daerah.

“Kita datang di sini untuk melatih kerja sama dan membangun karakter yang kokoh. Kolaborasi antar OPD harus berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Gubernur, kemajuan NTT hanya dapat dicapai jika semua pihak bergerak bersama. Karena itu melalui retret ini, para peserta diharapkan mengalami perubahan cara pikir, membangun komitmen, dan memiliki ketangguhan menghadapi kritik publik.

“Kita tidak boleh cepat ‘baper’ kalau ada kritik. Kita harus mampu menjawabnya dengan semangat transformatif dan kolaboratif dalam pelayanan publik,” kata Melki.

Ia juga menegaskan selama retret tidak ada perbedaan jabatan. Semua peserta diperlakukan sama oleh instruktur dan diharapkan berpartisipasi setara dalam diskusi.

“Tanggalkan semua jabatan. Tidak boleh ada eselon dua ‘baper’ dikritik eselon di bawahnya, begitu juga sebaliknya. Kita mau satukan gerak secara terukur dan berdampak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Yosep Rasi, melaporkan kegiatan retret diikuti 677 pejabat struktural lingkup Pemprov NTT yang dibagi dua gelombang. Gelombang pertama 330 orang berlangsung 23–27 September, sedangkan gelombang kedua 347 orang dilaksanakan 1–5 Oktober.

BACA JUGA:  Perkuat UMKM Lokal, Gubernur Melki Dorong ASN Berbelanja di NTT Mart

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas diri dan pelayanan, membentuk kerja sama, menanamkan nilai kebangsaan dan bela negara, membangun pola pikir konstruktif dan transformatif serta rencana aksi yang terukur melalui kerja kolaborasi yang lebih erat antar perangkat daerah,” jelas Yos Rasi.

Selain mengikuti materi inti, para peserta retret juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke dua desa percontohan One Village One Product (OVOP), berbelanja produk UMKM masyarakat, dan membantu anak-anak stunting.

“Kegiatan ini juga berdampak bagi masyarakat karena semua kebutuhan konsumsi peserta berasal dari masyarakat sekitar,” tambah Yos Rasi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyerahkan bantuan keranjang ikan untuk kelompok nelayan dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani di Kabupaten Belu.

Tampak hadir Bupati Belu Willy Lay, Dekan Politeknik Unhan Ben Mboi Brigjen Ir. Kristijarso, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Belu, serta undangan lainnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.