RUPS Bank NTT 2026, Paulus Charlie Pastikan Dividen Rp151 Miliar untuk Pemegang Saham

oleh -329 Dilihat
Direktur Utama Bank NTT, Paulus Charlie. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang- Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026 di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026). Dalam rapat tersebut, manajemen memastikan pembagian dividen kepada para pemegang saham dengan total mencapai sekitar Rp151 miliar.

Direktur Utama Bank NTT, Paulus Charlie, menjelaskan bahwa pembagian dividen tetap dilakukan meskipun capaian laba perusahaan berada sedikit di bawah target yang ditetapkan sebelumnya. Namun demikian, kondisi keuangan bank dinilai masih cukup kuat dengan dukungan cadangan modal yang memadai.

“Kita bagi sama seperti tahun lalu, sekitar Rp151 miliar kepada seluruh pemegang saham. Memang laba kita sedikit di bawah target, tetapi kita masih memiliki cadangan modal sekitar Rp49 miliar,” ujarnya kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026.

Ia menambahkan, proses penyaluran dividen saat ini tinggal menunggu penyelesaian teknis, terutama koneksi sistem dengan Kementerian Keuangan. Pihaknya menargetkan seluruh proses dapat rampung dalam waktu dekat.

“Mungkin akhir bulan ini kita sudah ready. Semua sudah siap, tinggal koneksi dengan Departemen Keuangan,” jelasnya.

Selain pembagian dividen, Bank NTT juga terus memperkuat komitmen dalam penyaluran kredit produktif, khususnya bagi pelaku usaha kecil. Hal ini dilakukan sebagai langkah menghindari risiko kredit macet yang pernah menjadi pengalaman sebelumnya.

Menurut Paulus, kredit yang disalurkan difokuskan pada sektor produktif seperti pertanian, peternakan, hingga usaha produksi lainnya. Skema pembiayaan pun disesuaikan, mulai dari kredit hingga Rp100 juta untuk mendukung pelaku usaha yang benar-benar menjalankan usaha produktif.

“Kita tidak mau lagi ada kredit macet seperti pengalaman sebelumnya. Jadi sekarang kita atur dengan lebih baik, fokus pada usaha yang benar-benar produktif, tidak boleh untuk konsumtif,” tegasnya.
Dalam pembagian dividen tersebut,

Pemerintah Provinsi NTT sebagai pemegang saham terbesar diproyeksikan menerima porsi paling tinggi, dengan nilai sekitar Rp30 miliar. Sementara pemegang saham lainnya menerima sesuai porsi kepemilikan masing-masing.

Melalui RUPS ini, Bank NTT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kinerja keuangan yang sehat, memperkuat permodalan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.