Wagub NTT Pastikan Program Makan Bergizi di Alor Berjalan Aman dan Higienis

oleh -1036 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Wabup Kabupaten Alor Tinjau SPPG Alor Tengah. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Alor Tengah Utara yang berlokasi di Jalan Aloleng Tobias, RT.008/RW.004, Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor pada Kamis (11/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan Program Makan Bergizi (MBG) berjalan sesuai standar keamanan dan kebersihan pangan.

SPPG Alor Tengah Utara diketahui bermitra dengan Yayasan Anak Kampung Berkarya dalam penyelenggaraan program tersebut. Dalam kunjungan ini, Wagub didampingi Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Ketua TP PKK Kabupaten Alor Lidia Siawan Sunaryo, unsur Forkopimda Kabupaten Alor, serta jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Alor.

Dalam arahannya kepada para petugas dapur, Wagub Johni menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan MBG harus mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan pemerintah, terutama terkait kebersihan pribadi, peralatan, serta keamanan pangan.

“Yang utama tetap jaga kebersihan diri, pastikan seluruh peralatan masak termasuk ompreng selalu higienis, serta menghindari aktivitas seperti mengunyah siri pinang maupun merokok di area dapur,” tegas Wagub.

Wagub juga meninjau langsung area dapur dan gudang basah yang digunakan untuk penyimpanan bahan pangan segar. Ia mengingatkan pentingnya menjaga suhu ruangan agar kualitas dan kesegaran bahan makanan tetap terjaga hingga proses pengolahan.

Program MBG di SPPG Petleng melibatkan 50 tenaga kerja lokal yang bekerja dengan sistem shift delapan jam setiap hari. Pada hari peninjauan, tercatat 4.500 anak sekolah di Kabupaten Alor telah menerima manfaat dari program tersebut.

Selain itu, rombongan juga menyaksikan proses pemorsian makanan yang setiap harinya menggunakan 1.027 ompreng, dengan dukungan 3.000 ompreng cadangan yang disimpan di gudang guna menjamin kelancaran distribusi makanan.

Menu makanan yang disajikan kepada siswa bervariasi setiap hari. Pada hari peninjauan, menu terdiri dari nasi, sayur wortel, dan telur bumbu, dilengkapi buah pisang, jeruk, dan semangka. Seluruh bahan pangan diperoleh dari petani lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Proses memasak dimulai sejak pukul 02.00 WITA, dengan kebutuhan sekitar 70 kilogram beras per hari untuk melayani 1.037 siswa penerima manfaat Program MBG.

Penyediaan makanan yang sehat, aman, dan bergizi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus memastikan program intervensi gizi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.