Gubernur NTT Komit Kembangkan Pendidikan dan Wirausaha Sekolah Lewat NTT Mart di Rote Ndao

oleh -831 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati dan Kapolres Rote Ndao Tatap Muka dengan Kepsek, Guru dan Siswa SMA/SMK/SLB. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ba’a-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (20/9/2025). Setibanya di Rote, Gubernur langsung menuju SMA Kristen Siloam Rote Ndao untuk menghadiri tatap muka bersama pengawas, kepala sekolah, guru, dan ketua OSIS SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Rote Ndao.

Dalam kunjungan ini, Gubernur didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTT, antara lain Karo Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis ESDM, Kaban Pendapatan dan Aset Daerah, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para guru, kepala sekolah, dan siswa.

Tekankan Perdamaian dan Keterlibatan Generasi Muda

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan kebersamaan di Kabupaten Rote Ndao sebagai fondasi pembangunan. Ia juga menjelaskan alasan mengundang para Ketua OSIS SMA/SMK/SLB, yaitu untuk memastikan generasi muda terlibat langsung dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Gubernur menyoroti kondisi pendidikan NTT yang saat ini berada di peringkat 35 dari 38 provinsi di Indonesia, yang disebutnya sebagai alarm bahaya. “Pendidikan di NTT tidak sedang baik-baik saja. Kita mengalami penurunan kualitas output. Orang Rote dahulu melahirkan tokoh-tokoh hebat seperti Prof. DR. W.Z. Johanes, Herman Johanes, dan Adrianus Mooy. Namun generasi emas itu kini menghilang. Satu-satunya jalan untuk mengembalikan kejayaan adalah pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Anggaran Pendidikan dan Kewirausahaan Sekolah

Menurut Melki Laka Lena, peran guru sangat menentukan mutu pendidikan. Dari total anggaran pendidikan sebesar Rp2,3 triliun atau 43 persen APBD Provinsi, Pemprov NTT telah berupaya memastikan kesejahteraan guru. Ia mendorong sekolah untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis potensi lokal guna meningkatkan kesejahteraan sekolah sekaligus mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Resmi Salurkan Bantuan Beras CPP 2025 untuk 22.773 KPM: Bukti Negara Hadir bagi Rakyat

Sebagai bagian dari program One School One Product (OSOP), Pemprov NTT akan membangun NTT Mart di Rote Ndao sebagai pusat pemasaran produk unggulan sekolah dan daerah. “Wirausaha di sekolah harus dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan transparansi, serta bekerja sama dengan jejaring pengusaha. Pendidikan yang terintegrasi dengan kewirausahaan akan mengangkat kembali martabat daerah ini,” ujarnya.

Tantangan Pendidikan di Rote Ndao

Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah Kabupaten Rote Ndao dalam paparannya menyampaikan tantangan dunia pendidikan setempat, seperti distribusi guru yang belum merata dan keterbatasan mitra usaha untuk mendukung Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMK. Meski demikian, prestasi akademik dan non-akademik siswa tetap membanggakan.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur NTT terhadap kebutuhan daerah. Ia mengusulkan pembangunan Sekolah dan Akademi Kelautan untuk mencetak tenaga-tenaga muda Rote yang siap mengelola sektor perikanan, termasuk tambak garam, dengan pendampingan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dialog dengan Siswa: Motivasi Generasi Muda

Dalam sesi dialog, para siswa menyampaikan pandangan terkait penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Mereka mengakui banyak manfaat positif namun juga tantangan yang perlu diantisipasi.

Gubernur memberikan motivasi agar siswa berani bercita-cita tinggi dan melanjutkan studi ke sekolah kedinasan maupun kampus terbaik di Indonesia. “Tidak ada murid bodoh, tidak ada guru bodoh. Yang ada hanyalah semangat belajar yang perlu terus ditumbuhkan. Kita harus jadi tuan rumah di tanah sendiri, dan itu hanya bisa dicapai melalui pendidikan,” tandasnya.

Gubernur juga mengajak semua pihak meneladani tokoh-tokoh besar asal Rote seperti Prof. DR. W.Z. Johanes, Herman Johanes, dan Adrianus Mooy untuk bersama-sama melahirkan generasi penerus yang tak kalah gemilang.

BACA JUGA:  Kupang Siap Jadi Kota Modern, Bahas Kolaborasi dan Akselerasi Program Strategis

Pertemuan ditutup dengan diskusi hangat antara Gubernur, siswa, guru, pengawas, dan kepala sekolah, menandai komitmen bersama memperbaiki kualitas pendidikan dan memberdayakan generasi muda Rote Ndao.

Melalui kunjungan ini, Pemprov NTT menegaskan bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat, serta mencetak kembali generasi emas yang akan membawa Nusa Tenggara Timur menuju masa depan yang lebih sejahtera dan bermartabat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.