Gubernur Melki Bakar Semangat Perawat NTT: Jangan Hanya Bermimpi Jadi PNS, Harus Berani Mendunia

oleh -1970 Dilihat
Gubernur NTT, Melki Laka Lena Didampingi Wakil Ketua DPRD NTT, Petrus B. Roby Tulus Bapa dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nange di Kunker sekaligus Beri Kuliah Umum di Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere pada Kamis,12 Pebruari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Maumere-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memotivasi para mahasiswa kesehatan agar tidak membatasi cita-cita hanya menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan kuliah umum di Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere pada Kamis (12/2/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Gubernur Melki menegaskan bahwa peluang tenaga kesehatan, khususnya perawat, terbuka luas di tingkat global. Ia menyebutkan bahwa dunia saat ini membutuhkan sekitar 14 juta perawat, sehingga lulusan NTT harus berani menembus pasar internasional.

“Jangan hanya bermimpi jadi PNS. Ada kebutuhan 14 juta perawat di seluruh dunia. Lulusan Stikes St. Elisabeth, atau Akper Lela, adalah lulusan bermerek. Kalian punya ketangguhan dan religiusitas yang kuat. Beranilah mendunia,” tegas Melki.

Dalam kuliah umumnya, Gubernur yang pernah memimpin pembahasan Undang-Undang Kesehatan Omnibus Law di DPR RI itu juga menjelaskan semangat pembaruan dalam regulasi kesehatan nasional. Ia menyebut UU Kesehatan yang baru melebur 11 undang-undang untuk menghapus ego sektoral dan membangun kesetaraan antarprofesi kesehatan.

“Di luar negeri, dokter, perawat, bidan, dan ahli gizi itu setara dan bersinergi. Tidak ada lagi profesi yang merasa lebih tinggi. Itulah semangat yang ingin kita bangun di Indonesia,” jelasnya.

Secara khusus, Melki menyoroti pentingnya sikap dan mentalitas pelayanan bagi tenaga keperawatan. Menurutnya, kualitas seorang perawat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh keramahan dan empati.

Ia mencontohkan rumah sakit di Penang, Malaysia, yang diminati pasien Indonesia karena kualitas pelayanan dan keramahan perawatnya.

“Jangan sampai perawat ‘muka asam’. Itu bisa berpengaruh pada kesembuhan pasien. Seperti pesan tokoh NTT, Ben Mboi, perlakukan pasien seperti saudara sendiri. Tugas kesehatan adalah tugas kemanusiaan,” pesannya.

BACA JUGA:  Dari Maumere untuk Indonesia: Obligasi Daerah Diproyeksikan Jadi Instrumen Investasi Publik NTT

Gubernur juga berbagi pengalaman pribadinya dalam mengambil keputusan besar meninggalkan status PNS demi pengabdian yang lebih luas hingga akhirnya dipercaya menjadi Gubernur NTT. Ia mendorong mahasiswa untuk berani membuat terobosan dan keluar dari zona nyaman.

Sementara itu, Ketua Yayasan Stikes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria Kornelia Tinggi Kuwa, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan perdana Gubernur NTT ke kampus tersebut. Ia menyebut kehadiran orang nomor satu di NTT itu sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap pendidikan swasta di daerah.

Stikes St. Elisabeth sendiri terus bertransformasi, dari SPK Lela, menjadi Akper pada 2008, hingga resmi menjadi Stikes pada 2024. Saat ini, kampus tersebut memiliki 643 mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah di NTT.
Institusi ini juga mengelola tiga program studi strategis, yakni Sarjana Fisioterapi (prodi pertama di NTT), Sarjana Informatika Medis (salah satu dari 19 di Indonesia), serta D3 Keperawatan yang telah teruji kualitasnya. Sejumlah alumninya bahkan tengah berproses untuk penempatan kerja di Jepang serta mengikuti program triple win bersama lembaga GIZ Jerman.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Petrus B. Roby Tulus Bapa dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nange.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan NTT yang unggul dan siap bersaing di panggung dunia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.