30 Ribu Lebih Peserta Ramaikan “NTT Menari” Serentak di 22 Kabupaten/Kota, Pecahkan Rekor MURI

oleh -1058 Dilihat
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT jadi Komandan Upacara Hardiknas ke-66 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin semarak dengan digelarnya kegiatan spektakuler bertajuk “NTT Menari” yang diikuti oleh lebih dari 30 ribu peserta secara serentak di 22 kabupaten/kota.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sebagai bagian dari semangat gerakan “Ayo Bangun NTT” melalui sektor pendidikan dan kebudayaan. Kepala Dinas, Ambrosius Kodo, menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kekuatan kolaborasi dan energi positif masyarakat NTT dalam memajukan pendidikan.

“NTT Menari menjadi simbol bagaimana budaya kita dapat menjadi kekuatan untuk menyatukan, menggerakkan, dan membangun generasi muda NTT yang berkarakter,” ujar Ambrosius.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT dan para Wakil Bupati se-NTT, serta melibatkan ribuan pelajar, guru, dan masyarakat umum yang tampil membawakan tarian tradisional khas NTT secara serentak.

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 30 ribu orang, kegiatan ini diusulkan untuk dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pertunjukan tari serentak dengan jumlah peserta terbanyak. Bahkan, Ambrosius optimis kegiatan ini juga layak masuk dalam rekor dunia, mengingat skala dan kekompakan pelaksanaannya.

“Ini adalah energi besar. Kita tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa NTT memiliki semangat dan kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bukan sekadar menari, tapi bentuk nyata pendidikan karakter berbasis budaya lokal,” tegasnya.

Kegiatan “NTT Menari” menjadi penutup rangkaian peringatan Hardiknas 2025 di NTT, sekaligus mengukuhkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya, gotong royong, dan partisipasi aktif masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.