80 Pelajar SMP Kota Kupang Adu Kemampuan Pidato Bahasa Inggris, Pemkot Perkuat SDM dan Cetak Generasi Berdaya Saing Global

oleh -66 Dilihat
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang Yanuar Dally Buka Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP/Sederjat Tahun 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia sekolah dengan mendorong penguasaan bahasa asing, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri generasi muda untuk menghadapi persaingan global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP/Sederajat Lingkup Pemerintah Kota Kupang Tahun 2026 yang dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Yanuar Dally di Hotel Kristal Kupang, Kamis (5/11/2026).

Sebanyak 80 pelajar dari 21 SMP negeri dan 39 SMP swasta di Kota Kupang ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengasah keberanian menyampaikan gagasan di hadapan publik.

Dalam sambutannya, Yanuar Dally menegaskan bahwa lomba pidato Bahasa Inggris bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik dan karakter yang baik, tetapi juga harus dibekali keterampilan komunikasi serta kemampuan berbahasa internasional.

Di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting untuk memperluas kesempatan berkomunikasi, membangun jejaring, serta menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan masyarakat dari berbagai negara.

“Kalau kita ingin dapat berkomunikasi, bekerja sama, dan berkolaborasi dengan negara lain, maka kita harus bisa berbahasa Inggris, paling tidak memahami bahasa tersebut,” tegas Yanuar.

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan berpidato tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara di depan umum. Lebih dari itu, seorang pembicara harus mampu menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan runtut sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh pendengar.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Diminta Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Karena itu, Yanuar meminta seluruh peserta mempersiapkan diri secara matang, menjaga konsentrasi, dan tampil dengan penuh percaya diri. Ia berharap para pelajar tidak merasa minder, tetapi tetap menjaga sikap rendah hati dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan.

“Dalam mengikuti perlombaan, peserta tidak cukup hanya bermodalkan keberanian, tetapi juga harus didukung dengan persiapan yang matang. Anak-anak diharapkan tidak takut atau minder saat tampil, tetap percaya diri, namun tidak berlebihan, serta fokus memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Yanuar menegaskan, keberhasilan sebuah kompetisi tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai pemenang. Proses belajar, keberanian tampil, serta pengalaman mengembangkan potensi diri merupakan nilai penting yang harus diperoleh setiap peserta.

Menurutnya, pengalaman mengikuti perlombaan akan membantu membentuk mental generasi muda yang tangguh, sportif, dan mampu menerima setiap hasil dengan sikap positif.

“Menang dan kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mempersiapkan diri dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik, dan mampu menerima setiap hasil dengan sikap yang positif,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Yanuar menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Apresiasi juga diberikan kepada para juri dan guru pendamping yang telah meluangkan waktu serta berperan dalam membimbing dan mempersiapkan para pelajar mengikuti kompetisi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah yang semakin baik sehingga semakin banyak pelajar memperoleh ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.

Sementara itu, Ketua Panitia, Devidson Ebenheizer, dalam laporannya menjelaskan bahwa lomba tahun 2026 diikuti 80 peserta yang berasal dari 21 SMP negeri dan 39 SMP swasta di Kota Kupang.

BACA JUGA:  Jembatan Ambruk di Trans Timor, Akses Kupang Lumpuh Total; Wagub NTT Tinjau dan Siapkan Jalur Darurat

Untuk menjamin kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga juri berkompeten, yakni Alfred Boby Tangkonda dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT; Daniel Frengki Kamengko dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang; serta Ifoni Ludji, dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Devidson menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan wawasan generasi muda, memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan tanah air, serta mengembangkan bakat dan minat pelajar dalam mengekspresikan gagasan melalui seni berpidato.

Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kota Kupang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan berkarakter, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, keberanian, serta penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan dan peluang di tingkat global. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.