Wagub NTT: Kejurda Atletik Momentum Cetak Generasi Emas Menuju PON 2028

oleh -1983 Dilihat
Acara Pembukaan Kejurda Atletik NTT di GOR Oepoi Kota Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 di Stadion Oepoi, Kota Kupang pada Kamis (21/8/2025). Kejurda yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT ini berlangsung hingga Sabtu (23/8/2025) mendatang.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada Pengprov PASI NTT serta seluruh Pengkab dan Pengkot PASI yang ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Menurutnya, kerja sama yang terjalin menunjukkan bahwa PASI adalah organisasi yang aktif dan memiliki program jelas dalam membina atlet.

“Kerja sama Pengprov dan Pengkab PASI ini menunjukkan organisasi ini hidup dan punya program yang nyata bagi para atlet,” ujarnya.

Mantan petinju NTT itu menegaskan bahwa Kejurda Atletik bukan hanya sekadar ajang mencari juara, tetapi juga wadah penting bagi para atlet muda untuk menyalurkan kemampuan hasil latihan di daerah masing-masing.

“Di daerah adik-adik mungkin jarang ada event kejuaraan. Inilah tempatnya untuk menyalurkan kemampuan yang sudah didapat. Event ini bukan hanya untuk meraih juara, tetapi untuk membangun kekuatan atletik NTT,” tandasnya.

Johni menyebut, bibit-bibit atlet yang muncul dari Kejurda akan disiapkan untuk tampil di Kejurnas 2025, bahkan diproyeksikan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Ia menekankan bahwa usia para atlet saat ini, 16 hingga 18 tahun, adalah masa emas untuk meniti prestasi.

“Kalianlah yang punya peluang besar tampil di PON 2028. Kunci jadi juara itu hanya satu: berlatih dan berlatih tanpa kenal lelah,” tegasnya.

Ia lalu mencontohkan perjalanan kariernya di dunia olahraga. Pada usia 17 tahun, Johni berhasil meraih medali emas tinju di SEA Games 1983 karena disiplin berlatih tiga kali sehari. Ia juga menyebut nama Eduardus Nabunome, pelari legendaris asal NTT yang pernah merebut tiga medali emas dalam satu PON di nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton.

BACA JUGA:  Festival Musim Dingin TTS 2025 di Bukit Fatukolen Meriah, Wagub NTT Puji Kebersamaan dan Kreativitas Warga

“Menjadi atlet harus seperti orang gila, berlatih di mana saja, kapan saja, tidak kenal waktu. Perjuangan keras tanpa lelah akan menghasilkan prestasi,” ungkapnya.

Lebih jauh, Johni berpesan agar para atlet tidak mengorbankan pendidikan demi olahraga. Menurutnya, prestasi olahraga akan sempurna jika diimbangi dengan pencapaian akademis.

“Tidak boleh meninggalkan sekolah. Walaupun juara dunia, kalau tidak sekolah, tidak bisa buat apa-apa di dunia kerja. Tetap sekolah setinggi-tingginya,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.