Pemerintah dan Gereja Harus Bersinergi Bangun Karakter dan Pendidikan Keluarga di NTT

oleh -1057 Dilihat
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Membuka Persidangan Wilayah PGIW NTT Tahun 2025 di Aula GMIT Center Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka Persidangan Wilayah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) NTT Tahun 2025 yang berlangsung di Aula GMIT Center pada Selasa (28/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam membangun karakter serta pendidikan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Pertemuan ini penting agar seluruh Gereja di bawah PGI bersama pemerintah dapat bersinergi dalam setiap agenda pembangunan di NTT,” ujar Gubernur Melki.

Ia menilai, Gereja memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat. Kolaborasi antara Sinode GMIT dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dalam menghadirkan GG Mart, disebutnya sebagai contoh nyata kerja sama yang mampu memberdayakan ekonomi umat.

Lebih lanjut, Gubernur Melki juga menyinggung program unggulan Pemerintah Provinsi NTT, One Village One Product (OVOP), yang terus digalakkan untuk menggerakkan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

“Kami mengapresiasi Gereja yang turut mendorong umatnya mencintai produk lokal dan membangun ekonomi yang berkeadilan serta berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki mengumumkan rencana penerbitan Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Anak di Rumah, yang bertujuan memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Kebijakan ini mendorong setiap keluarga meluangkan waktu antara pukul 17.30-19.00 WITA untuk belajar, beribadah, dan berkumpul bersama.

“Pendidikan harus dimulai dari rumah, didukung oleh Gereja, Sekolah, dan seluruh pihak terkait. Nilai-nilai moral dan kasih Kristus harus kembali menjadi fondasi utama pendidikan di NTT,” tegasnya.

Gubernur Melki menambahkan, Sidang Wilayah PGIW NTT Tahun 2025 menjadi wadah penting bagi Gereja-gereja untuk mengevaluasi pelayanan dan menyusun arah pelayanan lima tahun ke depan. Menurutnya, pembangunan di NTT tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan moral dan spiritual masyarakat.

“Gereja hadir bukan hanya untuk menyelamatkan jiwa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran publik akan tanggung jawab bersama membangun peradaban kasih di bumi Flobamorata,” ungkapnya.

Gubernur Melki berharap, Gereja semakin aktif berperan dalam isu-isu sosial seperti penanggulangan kemiskinan, perlindungan anak dan perempuan, literasi digital, serta pelestarian lingkungan.

BACA JUGA:  Fraksi PSI Apresiasi Kebijakan Fiskal Pemprov NTT dan Dukung Pembentukan Dana Cadangan PON XXII 2028

Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh peserta sidang agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum refleksi bersama bagi Gereja untuk terus menjadi suara moral di ruang publik.

“Harapannya, seluruh proses persidangan berlangsung dalam suasana persaudaraan dan tuntunan Roh Kudus, menghasilkan keputusan yang membawa berkat bagi Gereja dan masyarakat NTT,” tutup Gubernur Melki.

Sementara itu, Ketua PGIW NTT, Pdt. Merry, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PGIW NTT beranggotakan 20 Gereja dari berbagai denominasi. Ia berharap persidangan kali ini dapat menghasilkan rekomendasi dan keputusan strategis yang berdampak positif bagi kehidupan umat dan masyarakat NTT.

Sedangkan Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Sigit Prayono, memberikan apresiasi terhadap semangat oikumene di NTT. Ia menegaskan komitmen LAI untuk terus menghadirkan firman Tuhan hingga ke pelosok negeri.

“Setiap tahun kami membagikan sekitar 155 ribu Alkitab ke berbagai daerah, termasuk 6.000 eksemplar ke wilayah Oecusse. Kami juga melayani umat di Timor Leste dan tengah menyusun Alkitab dalam bahasa Tetun,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Sidang Wilayah PGIW NTT Tahun 2025 dilaksanakan selama dua hari, 28–29 Oktober 2025, dengan melibatkan para pemimpin sinode dari berbagai denominasi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, Kepala Biro Hukum Setda NTT Odermaks Sombu, serta perwakilan lembaga mitra dan tokoh lintas agama. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.