Pemprov NTT Genjot Ekonomi Lokal di Rote Ndao, Fokus pada Hilirisasi Bawang Merah

oleh -510 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Wabup Rote Ndao di Kegiatan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT di Desa Oenitas, Kabupaten Rote Ndao pada Jumat 27/3/2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ba’a-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa berbasis potensi lokal. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT di Desa Oenitas, Kabupaten Rote Ndao pada Jumat (27/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Yosef Rasi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Desa Oenitas memiliki potensi besar pada komoditas bawang merah. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi masyarakat difokuskan pada pelatihan pengolahan bawang merah menjadi produk bawang goreng dengan berbagai varian rasa guna meningkatkan nilai tambah.

“Kegiatan ini tidak hanya pelatihan pengolahan, tetapi juga mencakup sosialisasi stunting, penyuluhan keamanan pangan, pelatihan digital marketing, serta pagelaran seni sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat,” jelas Yosef.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan pengembangan komoditas kelapa genjah di kawasan transmigrasi Rote Ndao yang dinilai memiliki potensi ekonomi jangka panjang.

“Satu pohon kelapa genjah dapat menghasilkan hingga 100 buah dan produktif selama 24 hingga 30 tahun. Ini peluang besar jika dikelola dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan melalui dua pendekatan, yakni dari atas melalui kebijakan pemerintah dan dari bawah melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan motivasi, dukungan, dan bantuan agar masyarakat mampu mengembangkan potensi desa secara mandiri,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bantuan alat pengolahan bawang merah secara optimal agar menghasilkan produk yang higienis dan memiliki daya saing tinggi di pasar.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Terpilih dan Para Donatur Hadiri Peresmian Gedung Kebaktian Baru GKII Jemaat Efrata Oebufu

“Bawang goreng khas Oenitas harus dikemas dengan baik dan dipasarkan lebih luas, tidak hanya di NTT tetapi juga ke luar daerah,” tegasnya.

Wagub turut mengingatkan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan global yang dapat berdampak pada ekonomi, termasuk ketersediaan kebutuhan pokok. Ia juga menekankan pentingnya penanganan stunting melalui pemenuhan gizi keluarga sejak dini.

“Kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk dampak kondisi global terhadap ekonomi masyarakat. Selain itu, masyarakat perlu mengutamakan pemenuhan gizi, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak, agar generasi masa depan lebih sehat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa paket alat pengolahan bawang goreng kepada kelompok masyarakat penerima. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi serta kualitas produk olahan lokal.

“Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Kami akan melakukan monitoring untuk memastikan program ini berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dethan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap pengembangan ekonomi masyarakat desa.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mendorong inovasi di desa,” ujarnya.

Dia berharap program tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama dalam mengatasi fluktuasi harga komoditas, serta didukung dengan pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait.

“Kami berharap ada pendampingan berkelanjutan agar program ini tidak berhenti di sini,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.