NTT Mart SMKN 1 Kefamenanu Jadi Laboratorium Kewirausahaan, Gubernur Borong Produk Siswa

oleh -611 Dilihat
Gubernur NTT Resmikan NTT Mart by OSOP di SMKN Kefamenanu. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kefamenanu-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan NTT Mart by One School One Product (OSOP) di SMKN 1 Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Senin (30/3/2026).

Kehadiran NTT Mart ini diharapkan menjadi laboratorium kewirausahaan bagi siswa sekaligus mendorong perubahan paradigma masyarakat dari konsumen menjadi produsen.

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Melki menunjukkan dukungan nyata terhadap kreativitas siswa dengan membeli berbagai produk unggulan hasil karya mereka. Di antaranya mesin pencacah pakan ternak senilai Rp3,5 juta, alat jemur pakaian Rp600 ribu, alat tenun Rp1,25 juta, serta kompor berbahan oli bekas seharga Rp500 ribu. Selain itu, ia juga membeli aneka makanan, minuman, dan kain tenun produksi siswa.

Menurut Gubernur, langkah ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga upaya membangun semangat kewirausahaan di kalangan pelajar serta meningkatkan nilai jual produk lokal.
“Hadirnya NTT Mart menjadi momentum untuk menggeser paradigma NTT bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Anak-anak muda harus belajar berwirausaha dan mempraktikkannya langsung di sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki. Karena itu, selain demokrasi politik, saat ini dibutuhkan penguatan demokrasi ekonomi agar masyarakat dapat menikmati hasil produksi daerahnya sendiri.
“Tidak ada perubahan di suatu daerah atau bangsa kecuali dia sendiri yang mengubah nasibnya. Demokrasi politik sudah berjalan, kini saatnya demokrasi ekonomi,” tegasnya.
Gubernur Melki juga mendorong setiap sekolah untuk memiliki minimal satu produk unggulan yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart maupun platform digital. Ia menilai program OSOP menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan inovatif.
Sementara itu, Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, menyampaikan bahwa sekolah menengah kejuruan harus mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi yang jelas. Menurutnya, kehadiran NTT Mart menjadi sarana nyata pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik.
“SMK dipersiapkan untuk kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan. NTT Mart ini bukan hanya toko, tetapi laboratorium kewirausahaan yang nyata bagi siswa,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar NTT Mart benar-benar menjadi pusat pemasaran produk sekolah yang dikenal luas oleh masyarakat.
Peresmian NTT Mart ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.
Sebagai informasi, SMKN 1 Kefamenanu memiliki delapan konsentrasi keahlian teknik dengan dukungan 87 tenaga pendidik, 13 tenaga kependidikan, dan 1.187 siswa. Dengan adanya NTT Mart, sekolah ini diharapkan menjadi pusat pengembangan kewirausahaan yang mampu mencetak generasi muda sebagai pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.