Saat Bumi Berguncang, Gempita Lahir: Kapolda NTT Sambangi Bayi Pembawa Harapan di RSUD Aeramo

oleh -57 Dilihat
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Mbay-Ketika bumi Nagekeo berguncang hebat pada 15 Agustus 2026, kepanikan dan duka menyelimuti masyarakat. Namun, di tengah suasana mencekam itu, sebuah kehidupan baru justru hadir dari ruang bersalin RSUD Aeramo.

Bayi perempuan bernama Gempita lahir tepat pada hari terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores. Kelahirannya menjadi kisah harapan bagi keluarga dan masyarakat di tengah situasi bencana yang penuh ketidakpastian.

Gempita merupakan anak dari pasangan Marianus Doya dan Maria Florida Kelen, warga Pisa, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Ia lahir pada 15 Agustus 2026, bertepatan dengan terjadinya gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores.

Nama Gempita pun memiliki makna tersendiri. Di saat guncangan bumi menghadirkan ketakutan, kelahirannya justru membawa kebahagiaan sekaligus pesan tentang kehidupan yang terus berjalan.

Kisah kelahiran Gempita mendapat perhatian khusus dari Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., saat mengunjungi RSUD Aeramo untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT menyempatkan diri menyapa dan melihat kondisi bayi Gempita. Momen itu berlangsung hangat dan penuh haru.

Kapolda memberikan doa dan harapan agar Gempita tumbuh sehat serta kelak menjadi bagian dari generasi yang membawa semangat kebangkitan bagi masyarakat Nagekeo.

Kelahiran Gempita juga menjadi gambaran bahwa di tengah bencana, kehidupan tidak berhenti. Di satu sisi masyarakat menghadapi kerusakan, kepanikan, dan kehilangan, tetapi di sisi lain seorang bayi hadir membawa kebahagiaan baru.

Dalam kunjungannya, Kapolda NTT turut memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi darurat pascagempa.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laporkan 33 Korban Meninggal, Pemerintah Pusat Siapkan Dukungan Penanganan Gempa Flores

Menurutnya, kesiapsiagaan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis, termasuk ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan segera.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap sigap dan cekatan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi bencana. Ini merupakan bentuk pengabdian dan kemanusiaan yang sangat luar biasa,” ujar Rudi.

Kapolda menegaskan, kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan. Polri juga hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, bantuan, pelayanan, hingga dukungan moril selama menghadapi masa sulit.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H.; Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.; Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K.; Koorspripim Polda NTT Kompol M. Ichwan Nugraha, S.I.K., M.Si.; serta Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H.

Bagi keluarga Marianus dan Maria, kelahiran Gempita menjadi anugerah yang hadir di tengah ujian. Sementara bagi masyarakat Nagekeo, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa setelah setiap guncangan selalu ada kesempatan untuk bangkit.

Gempita lahir ketika bumi berguncang. Namun, dari ruang bersalin RSUD Aeramo, kehadirannya menghadirkan pesan yang jauh lebih kuat dari rasa takut: kehidupan terus berjalan, harapan tetap menyala, dan Nagekeo harus bangkit. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.