Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MT Kota Kupang tidak boleh hanya menjadi wadah organisasi tanpa aktivitas dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.
Penegasan itu disampaikan Christian saat melantik Badan Pengurus MKKS SMP/MT Kota Kupang masa bakti 2026-2030 di Hotel Sahid T-More, Kota Kupang pada Senin, 5 Oktober 2016
Christian mengatakan, kehadirannya dalam pelantikan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong MKKS menjadi wadah aktif bagi para kepala sekolah untuk bertukar pikiran, membahas persoalan pendidikan, sekaligus mencari solusi bersama.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghidupkan kembali fungsi MKKS sebagai ruang kolaborasi dan komunikasi antarkepala sekolah.
Menurut Christian, kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar mengurus administrasi, anggaran maupun laporan sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin dalam sebuah ekosistem pendidikan.
“Bapak dan Ibu diberikan amanah menjadi kepala sekolah. Tanggung jawabnya pasti naik menjadi besar,” tegas Christian didampingi Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho.
Ia menjelaskan, semakin tinggi jabatan yang diemban seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Karena itu, kepala sekolah harus mampu memahami kewenangannya sebagai amanah untuk melayani.
Christian mengingatkan para kepala sekolah agar tidak memandang jabatan sebagai kekuasaan, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi guru, peserta didik dan masyarakat.
Ia kembali menekankan filosofi Pemerintah Kota Kupang, “Memerintah Adalah Melayani.” Menurutnya, prinsip tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar tulisan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Memerintah adalah melayani. Jadi tugas kita adalah melayani,” katanya.
Christian juga menyebut kepala sekolah sebagai ujung tombak Pemerintah Kota Kupang di lingkungan sekolah. Berbagai persoalan pendidikan di lapangan tidak mungkin seluruhnya ditangani langsung oleh pemerintah kota, sehingga dibutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat.
“Kalau kepala sekolah bergerak, guru bergerak. Kalau guru bergerak, anak-anak itu bertumbuh,” ujarnya.
Ia berharap sekolah di Kota Kupang tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan iman yang kuat.
Christian menilai, dari sekolah-sekolah di Kota Kupang nantinya akan lahir generasi yang mampu menjadi ilmuwan, dokter, pengacara, pengusaha, hingga pemimpin daerah dan nasional.
Karena itu, ia meminta para kepala sekolah menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh dan berani melakukan perubahan.
“Lakukanlah dengan cara-cara yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Kita tidak bisa meminta hasil yang berbeda, tetapi melakukannya dengan cara yang sama,” pungkasnya. ***





