Gubernur Melki Tantang 535 Lulusan Politani Kupang Jadi Entrepreneur, Bukan Sekadar Cari Kerja

oleh -41 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Hadiri Acara Wisuda Politani Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menantang 535 lulusan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani menjadi entrepreneur atau wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.

Tantangan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Terapan dan Ahli Madya Politani Kupang Periode Oktober 2026 di Student Center Politani Kupang, Kamis (8/10/2026).

Menurut Melki, lulusan Politani memiliki tanggung jawab strategis untuk mengelola kekayaan alam NTT, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus mampu diterjemahkan menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di sinilah peran strategis dari para lulusan Politani Kupang, sarjana terapan dan ahli madya, untuk juga bisa mengolah potensi NTT dengan baik, dan juga bisa menjadi sumber penghidupan baru,” tegas Melki.

Ia menilai, potensi pertanian dan perkebunan NTT masih terbuka luas untuk dikembangkan. Karena itu, para lulusan tidak boleh hanya menunggu kesempatan kerja, tetapi harus berani mengambil inisiatif, membangun usaha, dan menciptakan peluang ekonomi baru sesuai kompetensi masing-masing.

Politani Kupang Berstandar Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mengapresiasi kemajuan Politani Kupang dalam mengembangkan jejaring pendidikan internasional, termasuk melalui program Join Degree bersama Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, China.

Dari total 535 lulusan, sebanyak 526 merupakan lulusan Politani Kupang, sedangkan sembilan lainnya berasal dari program kerja sama pendidikan tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa Politani sekarang berstandar internasional,” ujarnya.

Melki secara khusus meminta sembilan lulusan yang telah mengikuti pendidikan di China untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka kepada sivitas akademika Politani Kupang. Pengalaman internasional tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi dalam memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memajukan sektor pertanian di NTT.

BACA JUGA:  Kasus Kredit Rp5 Miliar Bank NTT, Saksi Chris Liyanto Akui Terima Rp500 Juta di Persidangan

“Yang bersembilan ini tolong nanti sharing betul pengalaman di China sehingga bisa menjadi inspirasi bagi kita di NTT,” katanya.

Dorong Hilirisasi dan Industri Baru di NTT

Melki menegaskan, pembangunan ekonomi NTT membutuhkan terobosan konkret melalui penguatan ketahanan pangan, inovasi pertanian, dan hilirisasi produk lokal.

Menurutnya, potensi daerah tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Hasil pertanian dan perkebunan harus diolah menjadi produk bernilai tambah agar mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah.

Ia menargetkan setiap kabupaten di NTT memiliki sedikitnya tiga hingga lima produk unggulan hasil hilirisasi yang kuat serta mampu mendorong pertumbuhan industri baru berbasis potensi lokal.

“Harus ada industri baru di NTT, sehingga dia bisa menjadi lokomotif yang menarik gerbong dari rantai bisnis perkembangan ekonomi NTT, termasuk di sektor pertanian dan perkebunan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Melki mendorong para lulusan Politani, khususnya yang berasal dari wilayah perdesaan, agar kembali ke kampung halaman dan mengembangkan potensi ekonomi di daerah masing-masing.

Ia ingin desa tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengelolaan sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan.

“Saya berharap lulusan Politani ini bisa kembali nanti ke desa, bisa kemudian mengembangkan potensi desa, agar nanti desa itu betul-betul menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru di NTT,” ungkapnya.

Tak Harus Jadi ASN, Bank NTT Diminta Dukung Wirausaha Muda

Gubernur Melki juga mengingatkan para lulusan agar tidak terpaku pada cita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, kesempatan untuk membangun masa depan terbuka luas melalui dunia usaha, terutama dengan memanfaatkan potensi pertanian dan perkebunan yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

BACA JUGA:  PKK Fresh Mart Hadir di NTT, Gubernur Dorong Rantai Pasok Efisien dari Ladang ke Pasar

Ia meminta para lulusan berani memulai usaha sesuai bidang keahlian dan peluang yang tersedia di daerah masing-masing.

“Lihat mana yang bisa dikelola sebagai seorang lulusan Politani, sesuai dengan apa yang bisa dilakukan, kerjakan,” pesannya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Melki meminta Bank NTT memberikan pendampingan kepada lulusan yang ingin merintis usaha, termasuk membantu akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Para lulusan didorong menyiapkan proposal bisnis, baik secara perorangan maupun kelompok, sehingga gagasan usaha yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Melki bahkan memasang target awal agar sedikitnya 10 persen dari 535 lulusan Politani Kupang mampu menjadi wirausahawan di bidang pertanian dan perkebunan.

“Mudah-mudahan nanti dari 535, 10 persen saja jadi wirausahawan/wiraswasta di bidang pertanian perkebunan, luar biasa. Nanti perbankan kita suruh topang,” ujarnya.

Target tersebut menjadi dorongan agar pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga generasi muda yang mampu membuka usaha, menyerap tenaga kerja, dan memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Menutup arahannya, Melki menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, dosen, tenaga pendidik, Senat, dan seluruh sivitas akademika Politani Kupang atas kontribusi mereka dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater, mengembangkan kompetensi, serta mengambil bagian dalam mendorong kemajuan NTT dan Indonesia.

“Teruslah melangkah dengan penuh optimisme, jaga nama baik almamater, dan buktikan bahwa cendekiawan muda NTT adalah tulang punggung kemajuan Indonesia, tulang punggung kemajuan Flobamorata,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.