Suarantt.id, Kupang-Tanpa gemuruh publikasi, tanpa kejar sorotan kamera, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang membumi. Lewat kerja nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil, Pemkot Kupang membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu di Kelurahan Naikolan.
Melalui kolaborasi dengan Bank NTT dalam program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Tahun 2024, sebanyak 5 unit rumah bantuan diserahkan kepada warga Naikolan. Selain itu, 30 unit rumah lainnya terdiri dari 28 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 2 unit untuk korban bencana dibangun menggunakan dana APBD Kota Kupang. Seluruh proses pembangunan dikerjakan secara profesional oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Langkah yang dilakukan tanpa publikasi besar-besaran ini justru menghadirkan kesan mendalam bagi para penerima manfaat. Salah satunya, Bapak Jefri A. Kune
mengungkapkan rasa syukur dan harunya.
“Saya merasakan ini langkah yang luar biasa dari Bapak Wali Kota. Saya tidak dapat membalas kebaikan beliau. Harapan saya, semoga Bapak Wali diberi kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat Kota Kupang,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Senada, Daniel Babu penerima lainnya, juga menyampaikan apresiasi mendalam.
“Limpah terima kasih atas bantuan rumah layak huni ini. Terima kasih Bapak Wali Kota Kupang. Saya tidak bisa membalas kebaikan Bapak. Biarlah Tuhan yang membalas semuanya. Harapan saya, Bapak Wali diberi kesehatan agar bisa membantu warga lainnya seperti saya,” ujarnya dengan suara bergetar.
Adapun lima warga penerima bantuan rumah di Kelurahan Naikolan tersebut adalah:
Agustina Joni
Nitanael Baimnune
Jefri A. Kune
Jens Ayub Dudu
Daniel Babu
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pemerintah tak seharusnya tampil sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan rakyat.
“Memerintah adalah melayani. Dan melayani itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Pemkot Kupang juga menggagas program liang lahat gratis bagi warga kurang mampu yang mengalami kedukaan. Lokasi pemakaman telah disiapkan dengan sistem blok dan nomor, untuk memudahkan keluarga dalam melakukan ziarah.
Sementara di bidang kesehatan, Wali Kota Christian juga memperkenalkan dana darurat kesehatan, khusus bagi warga yang belum memiliki BPJS aktif namun mengalami kondisi gawat darurat.
“Kalau ada anak kecil dehidrasi atau warga yang butuh pertolongan segera, tapi belum punya BPJS atau sedang menunggak, silakan datang ke RSUD. Yang penting selamat dulu, urusan lainnya bisa menyusul,” tandasnya.
Berbagai inisiatif ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan dr. Christian Widodo adalah model kepemimpinan yang bekerja dalam diam, namun berdampak dalam. Tanpa panggung besar, tapi penuh makna. Sebuah teladan bahwa memimpin adalah soal bertindak, bukan sekadar tampil. ***





